Rakyat Pakistan Menggali Kubur

Tak henti-hentinya Pakistan dilanda bom bunuh diri. Baru beberapa saat lalu bom bunuh diri menewaskan puluhan penduduk sipil terjadi. Kemaren kembali terjadi voli berdarah, bom mobil yang diledakkan saat pertandingan voli di sebuah desa, yang menewaskan 88 korban. Bom bunuh diri yang menjadikan markas polisi dan rakyat sipil sebagai sasaran, merupakan serentetan ”balas dendam” kaum militan Taliban di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Kaum militan selama sekian tahun belakangan ini tumbuh subur di daerah pegunungan perbatasan Pakistan-Afghanistan. Semenjak Taliban ditaklukkan oleh Aliansi Utara yang didukung oleh tentara US, pegunungan itu menjadi tempat favorit untuk persembunyian. Bahkan Osama bin Laden, gembong teroris nomer wahid, diisukan bersembunyi di daerah tersebut.
Susahnya Profesor Berkarya
Di milis dosen ITS pernah ada diskusi yang menarik tentang menjadi Profesor. Dikatakan, mari cepetan jadi Profesor supaya bisa mendapat banyak hak istimewa. Meskipun harus disadari pula di balik keistimewaan yang dimiliki, ada kewajiban yang tidak kalah besarnya.
Ada pula yang mengatakan: Profesor bukanlah tujuan akhir, namun merupakan gerbang awal untuk berprestasi lebih baik dan lebih banyak. Jadi jangan karena sudah Profesor maka berhenti berkarya dan males riset. Justru dengan ke-profesor-an nya itu, maka semakin besar karya yang dihasilkan. Sama persis seperti sebutan bagi Profesor, Guru Besar, besar dalam sumbangsihnya.

Penyelundup Narkotik dari Iran
Orang Iran kembali tertangkap di Indonesia karena menyelundupkan narkotika. Kali ini tertangkapnya di Bali. Kapan hari ada yang di Jakarta. Buanyak banget orang Iran yang nyelundupkan narkotika ini. Bahkan perempuan-perempuan yang nyelundupkan. Bisa jadi sudah sejak lama mereka melakukan ini semua. Kurang ajar Iran itu. Jadi pantes kalo disebut poros setan.
Saya paham kalo itu adalah oknum dari Iran, tidak semua orang Iran seperti itu. Tapi tindakan ini berulang-ulang dalam jangka waktu yang sangat pendek. Artinya Indonesia semacam dibombardir sama narkotika dari Iran. Serangan ini frekuensinya begitu intens dan dalam jumlah yang banyak. Lebih bahaya daripada serangan militer.
Polisi yang Tidak Bisa Disogok
“Hanya ada 3 polisi yang tidak bisa disogok: Hoegeng, patung polisi, dan polisi tidur”. Demikian sebuah kutipan yang tercantum di halaman depan buku, Hoegeng -Oase menyejukkan di tengah perilaku koruptif para pemimpin bangsa-. Percaya gak percaya, setelah membaca buku itu sampai habis, akhirnya di pikiran saya tergambarlah sesosok polisi yan baik hati, bersih, dan rasanya sulit dijumpai saat ini… Mungkin polisi itu ada, tapi saya belum mengenalnya…

Polri Luncurkan e-Procurement

Ini ada berita bagus dari Polri. Biar imbang gitu, setelah aku posting tentang Anggodo, sekarang posting tentang Polri yang memberlakukan pengadaan barang/jasa secara elektronik. Biar praktek korupsi gak ada katanya (berarti selama ini ada donk, ada gak tersangkanya???) hehe… Ini beritanya dari Media Indonesia, monggo dibaca.
JAKARTA–MI: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Deputi Bidang Logistik menerapkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sebagai upaya untuk menekan praktik korupsi.
“Pemberlakukan pengadaan secara elektornik merupakan implementasi dari Instruksi Presiden untuk menekan dan upaya memberantas korupsi,” kata Deputi Polri bidang Logistik Inspektorat Jenderal Djoko Sardono di gedung pertemuan Deputi Logistik (Delog) Polri, Cipinang, Jakarta Timur, Senin (14/12). LPSE atau E-Procurement merupakan strategi besar Polri untuk meningkatkan pelayanan Polri terhadap masyarakat melalui keterbukaan informasi publik.
Kategori Baru: Ke-Polisi-an

Sebuah ide tiba-tiba melintas ketika membaca berita tentang polisi yang maen tembak sembarangan di Sulawesi. Ke-polisi-an, sebuah kategori baru untuk blog cak alief, itu ideku. Garing ya??? Tapi biarin aja, aku tambahin aja ke blog ku, bukan ke blog mu kok, hehehe…
Berita tentang polisi maen tembak, maen tangkep, maen pukul, kayaknya gak pernah sepi kita jumpai di media. Tentu polisi baek hati, penangkap penjahat, peringkus rampok, dan yang baik2 juga banyak di media. Jadi aku tinggal copy paste aja dari media online, jadi deh sebuah postingan di blog cak alief.
Oke, langkah pertama aku liat dulu google news ya, cari berita dari sana yang paling gampang… Siip nemu berita yang muanteb dari Tempo, Polri masih sulit tetapkan Anggodo jadi tersangka. Muanteb memang arek Suroboyo satu ini, suakti sekali. Baca beritanya di sini
Sekian postingan pembuka untuk kategori ke-polisi-an, selanjutnya terserah anda… hehe… Semoga polisi semakin profesional dan benar2 menjadi pengayom masyarakat. Hidup Polri! Dan semoga kategori ke-polisi-an ini membuatku lebih sering nge-blog lagi, hehe… Salam muanteb, caf.
Mabes Polri Tetapkan Pimpinan KPK Sebagai Tersangka
Mabes Polri menetapkan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Riyanto sebagai tersangka Rabu dini hari tadi. Tuduhannya adalah penyalahgunaan wewenang. Kedua pimpinan KPK itu akan menyusul Antasari Azhar yang lebih dulu sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan otak pembunuhan. Praktis saat ini hanya tinggal dua pimpinan KPK yang belum jadi tersangka, yakni M Jasin dan Haryono Umar. Akankah mereka berdua akan menyusul di-tersangka-kan oleh Mabes Polri?
Koruptor pasti bersuka ria. Mengalahkan kesenangan berhari Lebaran yang tinggal beberapa hari ke depan. Mereka mendapatkan “suporter” baru, yang uniknya berasal dari pihak yang selama ini menyidik mereka. Ibarat suporter sepak bola sebagai pemain kedua belas di lapangan, “dukungan” Mabes Polri yang menetapkan pimpinan KPK sebagai tersangka jelas akan membuat para Koruptor semakin indah menggiring bola di lapangan becek lahan korupsi yang banyak tersebar di Indonesia. Melebihi kehebatan Messi dan Ronaldo menggiring bola melewati pertahanan lawan.
Namun sebagai kuda hitam yang sudah teruji merontokkan jaksa, bupati, gubernur, anggota DPR, bahkan mantan Kapolri, jelas KPK tidak akan menyerah begitu saja. Lapisan pertahanan KPK pasti akan berjuang habis2an menghadapi serbuan koruptor dan “suporter” nya. Tentunya dukungan suporter KPK akan sangat membantu perjuangan KPK itu. Akankah para suporter KPK bisa membantu untuk membalikkan keadaan??? Supaya para koruptor tidak merajalela di Indonesia tercinta ini.
Sumeleh oh Sumeleh…
Bulan lalu aku nggak pernah tahu kata sumeleh, dengar aja tak pernah. Kalopun memori pelajaran bahasa daerah semasa SD dan SMP aku putar ulang, aku tetap yakin tak akan muncul kata sumeleh. Namun saat aku baca buku GO jawapos, kutemukan kata itu. Sifat dari Eric Samola yang sumeleh, begitu tulis Dahlan Iskan.
Oh ya, selama di Surabaya 3 bulan ini, Dahlan Iskan jadi favoritku. Bagaimana tidak, 6 bukunya semua aku punya dan sudah finish membacanya. Tulisannya yang berbentuk cerita, sangat mengasyikkan untuk diikuti, bahkan terasa sayang kalo ditinggalkan. Pelajaran hidup dan info berharga seringkali kutemukan dalam tulisannya.
Ketika kata sumeleh muncul, aku jadi penasaran. Apa sih artinya? Pentingkah kata sumeleh untuk mencapai sukses? Tapi pikiran itu menguap begitu saja, bersama hembusan pikiran2 lain. Kesan pertama sudah menggoda, namun tak nyantol di hati.
Nah saat koran beberapa hari yang lalu, kata sumeleh kutemukan lagi. Butet menuliskan, pada diri WS Rendra ada sifat sumeleh. Di Eric ada sumeleh, di Rendra juga. Aku jadi penasaran, apa sih sumeleh itu?
Pasrah, menerima apa adanya. Ah masak itu sih definisinya? Eric lho gigih dlm ekspansi bisnis, pekerja keras. Rendra malah pendobrak jaman, kritis, jauh dr kesan pasrah. Masak sifat2 yg sudah umum dketahui itu didefiniskan sbg pasrah oleh Dahlan dan Butet? Lha kalo sifat mereka itu dibilang pasrah, trus gak pasrahnya kaya apa?
Mungkin sumeleh itu tawakkal kali. Berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai impian, tg hasilnya itu sudah digariskan Nya. Toh semua adalah yang terbaik. Itu mungkin lebih cocok dalam mendefinisikan sumeleh. PASRAH dengan kapital di semua huruf, mulai P sampai H.
Ini ada berita aneh tapi nyata dari Jawa Pos edisi kemaren. Kecelakaan ketika malam tahun baru terjadi di beberapa tempat di Surabaya, tapi polisi bilang zero accident. Nah kon!!! Siapa yang salah nyampaikan berita kalo gini: Polisinya, pihak RS, wartawan JP, atau yang kecelakaan yang gak bener??? Ini beritanya…