TKI di Taiwan, Kuliah Saat Bekerja
Umumnya ada dua istilah yang berkenaan dengan kuliah dan bekerja, yakni kuliah sambil bekerja dan satunya lagi, bekerja sambil kuliah. Istilah kuliah sambil bekerja menunjukkan mahasiswa yang nyambi kerja. Profesi utamanya adalah mahasiswa dan untuk mendapatkan tambahan uang atau mencari pengalaman, mahasiswa itu bekerja paruh waktu.
Sedangkan istilah bekerja sambil kuliah menunjukkan seorang yang selama hari kerja dan jam kerja profesinya adalah pegawai atau wiraswasta dan saat hari libur atau jam istirahat, mereka meluangkan waktu untuk kuliah. Kuliah sambil bekerja ataupun bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang mudah dilakukan setiap orang. Butuh ketekunan, disiplin, dan kemauan sekeras baja untuk membuat keduanya berhasil.
Di Taiwan saya mengamati adanya aktifitas baru terkait kuliah dan bekerja. Ada seorang pekerja yang tiap minggu tidak mendapatkan hari libur. Artinya di hari Minggu pun dia tetap harus bekerja seperti biasa layaknya di hari kerja. Namun hebatnya dia bisa ikutan kuliah layaknya kuliah sungguhan. Dia bisa menyimak dosennya mengajar, bisa pula mengajukan pertanyaan, berdiskusi dengan teman-temannya, dan hal-hal umum lainnya dalam suatu kuliah. Semua aktifitas perkuliahan itu dia lakukan bersamaan dengan dia bekerja.
Peneliti Dunia Melawan Elsevier
Seminar Internasional 2012 Bidang Mechanics dan Materials
Profil Cak Alief di Majalah INTAI
Ini adalah profil cak alief dalam rubrik ku_INTAI di majalah INTAI, majalah berbahasa Indonesia di Taiwan. Awalnya saya dikontak oleh Canggih (mhs S2 di NCU, kontributor majalah INTAI), dia meminta kesediaan saya untuk dimuat dalam rubrik KU-INTAI ini. Kemudian proses selanjutnya saya ngirim beberapa foto dan ada jg foto yg dia ambil sendiri saat kami ketemu di KDEI. Dari obrolan lewat YM dan FB kemudian disusunlah jadwal kegiatan sehari-hariku. Dan yang muncul di majalah ini jelas berlebihan banget…
Diriku gak serutin dan sesibuk jadwal itu. Mungkin itu hanya terjadi sehari dalam setahun, hehehe… Btw, silahkan membaca jika berminat
Alief Wikarta di rubrik Ku-INTAI, Majalah INTAI edisi Desember 2011.
Dia, Aku, dan Mereka
Dia memberikan keperluan yang Aku butuhkan
Aku justru iri hati dengan yang Mereka miliki
Mereka sendiri keliru memahami pemberian Dia
Mengapa Aku tidak mensyukuri pemberian Dia dengan sebaik-baiknya ya?
Dia menghadiahkan waktu yang Aku jalani
Aku justru sibuk dengan yang Mereka kerjakan
Mereka sendiri bodoh memaknai waktu Dia
Mengapa Aku tidak memanfaatkan waktu Dia dengan seproduktif mungkin ya?
Dia mencintai Aku dengan sepenuh hati
Aku justru benci dengan yang Mereka perbuat
Mereka sendiri sesuka hati menerjemahkan cinta Dia
Mengapa Aku tidak menghargai cinta Dia dengan sungguh-sungguh ya?
Satu Bulan Terakhir
Usia kepengurusan PPI Taiwan periode ini tinggal sebulan lagi, tapi namanya pekerjaan tidak kunjung habis juga ternyata. Malah sepertinya semakin banyak aja, hehehe… Daripada daftar pekerjaan-pekerjaan itu bergelantungan liar dan tidak teratur di pikiran, lebih baik saya tulis aja di CAKEP (Catatan Ketua PPI) ini.
Pekerjaan yang paling utama tentu saja persiapan Sidang Istimewa Bamus (SIB) PPI Taiwan yang akan dilaksanakan di Asia University. Teman-teman di AU telah siap menjadi tuan rumah dan mereka masih harus bekerja keras dan cepat untuk mengejar waktu dalam sebulan ini. Proposal kegiatan, susunan panitia, surat undangan, peminjaman ruangan, pesan konsumsi, ngatur acara, pencarian dana, dan live streaming adalah beberapa pekerjaan di depan mata yang harus dikerjakan. Belum lagi hal-hal teknis lainnya, semangat ya teman-teman di AU.
Satu Per Satu
“Santai saja, satu point demi satu point, ntar kan bisa terkejar.” Begitu biasanya kami saling menyemangati dalam pertandingan Badminton. Terutama saat posisi tertinggal dari tim lawan. Trus teman lain ada yang nyeletuk: “iyalah, kalo langsung dapat dua point atau tiga point kan maen basket namanya.”
Tak terasa sampai bulan Juni ini, kepengurusan perdana PPI Taiwan sudah mencapai tengah tahun. Satu per satu program PPI Taiwan pun sudah berjalan. Dari 7 program unggulan, bisa dibilang 60% sudah selesai. Diantaranya adalah pembuatan website, video dokumenter, ultah PPI Taiwan, dan tiket grup. Yang masih tersisa adalah database mahasiswa yang direncanakan launching bulan September, awal semester depan. Pembukaan program Universitas Terbuka di Taiwan, semoga bisa mulai di bulan Agustus. Serta pembentukan PPI Universitas baru, yang masih menunggu, siapa nih yang tergerak untuk menginisiasi PPI di kampusnya.
Prestasi dan Budi Pekerti
Tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2011 adalah ”Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”. Sebagai pilar kebangkitan bangsa, pendidikan karakter yang dimaksud paling tidak mencakup 2 makna. Pertama adalah karakter yang berarti santun, berbudi pekerti, berakhlak mulia, sebagaimana pada umumnya karakter dimaknai. Serta yang kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah memaknai karakter sebagai rasa penasaran intelektual, ingin mengetahui lebih dalam, yang ujungnya melahirkan prestasi intelektual.
Kami kira itulah kurang lebih maksud dari sub tema Hardiknas tahun ini ”Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”. Yang jika diartikan dalam konteks PPI Taiwan berarti ”Terkemuka dan Transparan”. Maksudnya adalah menjadikan terkemuka sebagai raihan prestasi, ataupun sebaliknya dengan prestasi maka menjadi terkemuka. Serta menjunjung nilai-nilai transparansi sebagai komponen utama budi pekerti dalam aktifitas PPI Taiwan.
