Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Dia, Aku, dan Mereka

Dia memberikan keperluan yang Aku butuhkan

Aku justru iri hati dengan yang Mereka miliki

Mereka sendiri keliru memahami pemberian Dia

Mengapa Aku tidak mensyukuri pemberian Dia dengan sebaik-baiknya ya?

Dia menghadiahkan waktu yang Aku jalani

Aku justru sibuk dengan yang Mereka kerjakan

Mereka sendiri bodoh memaknai waktu Dia

Mengapa Aku tidak memanfaatkan waktu Dia dengan seproduktif mungkin ya?

Dia mencintai Aku dengan sepenuh hati

Aku justru benci dengan yang Mereka perbuat

Mereka sendiri sesuka hati menerjemahkan cinta Dia

Mengapa Aku tidak menghargai cinta Dia dengan sungguh-sungguh ya?

November 10, 2011 - Posted by | ke-hidup-an, ke-puisi-an | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.