Kursi Buat Profesor
Pagi tadi ada hal yang menarik perhatianku. Hal yang berulangkali terjadi, namun tak pernah ku amati selama ini. Ah kemana gerangan konsentrasiku selama ini? Masak tak tahu kalo di kelas tidak ada kursi buat Profesor.
Pagi tadi ada hal yang menarik perhatianku. Hal yang berulangkali terjadi, namun tak pernah ku amati selama ini. Ah kemana gerangan konsentrasiku selama ini? Masak tak tahu kalo di kelas tidak ada kursi buat Profesor.
Ketika liat web ITS ada link pekan mekanika yang membuat penasaran. Karena tertarik untuk tahu apa isinya, aku coba untuk klik saja. Rasa penasaranku pun menemukan jawabannya. Sebuah jawaban yang mengesankan…
Ketika keinginan untuk mengakomodasi setiap potensi muncul bergandengan tangan dengan sikap saling memahami, maka Pekan Mekanika itulah jawabannya. Menunjukkan adanya rasa persaudaraan yang kuat mengalahkan ego dan arogansi masing-masing individu. Kira-kira seperti itulah gambaran yang ada di kepalaku tentang Pekan Mekanika.
Beberapa orang teman menanyakan ke saya, “gimana sih cara dapat rekomendasi Profesor dari luar negeri untuk aplikasi beasiswa???”
Jawaban saya singkat, cari dulu Profesor siapa yang dituju, lihat CV-nya, dan kalo tertarik, segera kirim surat ke Profesor tersebut. Lalu teman saya bilang: “Surate isinya apa? Formal atau tidak formal?” Dan bermacam pertanyaan laen yang akan berhenti ketika saya bilang: “Ini lho tak kirimi contoh surat yang aku buat”
Kuliah sambil diselingi cerita inspiratif, itu sudah biasa. Apalagi kuliah sambil ngantuk-ngantuk, itu ada dimana-mana, hehe… Tapi kalo kuliah didahului oleh makan-makan, itu baru kutemukan kemaren. Pizza hut lagi menunya…
Ya itulah yang aku alami kemaren. Kuliah pengganti dilakukan malam hari dan mahasiswa dilarang untuk makan malam duluan. Karena Profesornya akan menyediakan pizza hut. Gak tanggung-tanggung, ada 12 pak lagi… Padahal jumlah mahasiswanya hanya 20 orang. Jadi secara matematis, tiap mahasiswa bisa makan setengah pak pizza, gratis lagi…
Blunder adalah istilah yang biasa dipakai di sepakbola. Bukan bunder lho ya?
Istilah itu biasanya untuk menunjukkan kesalahan sepele yang dilakukan oleh pemain namun berakibat fatal. Dan yang paling sering melakukan blunder adalah penjaga gawang dan pemain belakang… Blunder paling mutahir dilakukan oleh kiper Inggris, Scott Carson, ketika melawan Kroasia pekan lalu. Nah kemaren saya pun melakukan blunder, tapi bukan dalam sepakbola…
Pas lagi cari bahan kuliah Elasticity, eh malah nemu kartun di atas. Karena lucu dan menarik, jadi tak pasang ke blog.
Sampean punya pengalaman sebagai siapa? yang cowok atau cewek? Atau bukan keduanya?
Tapi bagaimanapun kartun di atas bukan contoh perbuatan terpuji lho…
Sudah lama saya gak baca buku ‘normal’. 2 bulan terakhir ini saya lebih sering baca text book, bahan kuliah, dan buku sakti ‘Schaum’s Outline’. Saya bilang buku sakti karena dari buku itulah saya bisa tahu jawaban dari homework, soal kuis yang akan keluar, dan soal ujian yang akan diujikan. Kesaktiannya sudah teruji sejak saya masih undergraduate (4.5 tahun), ngajar (2 tahun), dan graduate (2 bulan). Sampean sudah tau kesaktiannya? Kalo belum ini tak beritahu….
Kemaren sore adalah saatnya kuliah mendengarkan. Kuliah 0 sks mendengarkan ‘laporan kemajuan’ dari mahasiswa PhD tentang disertasi mereka. Awalnya kuliah berjalan seperti biasa, ada 2 orang kandidat Doktor yang presentasi dan kemudian dilanjutkan tanya-jawab oleh Profesor pendamping. Setelah orang ke-2 presentasi yang terjadi kemudian adalah ‘petaka’. Profesornya gak tanya jawab, malah marah-marah ke mahasiswa….