Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Satu Bulan Terakhir

Usia kepengurusan PPI Taiwan periode ini tinggal sebulan lagi, tapi namanya pekerjaan tidak kunjung habis juga ternyata. Malah sepertinya semakin banyak aja, hehehe… Daripada daftar pekerjaan-pekerjaan itu bergelantungan liar dan tidak teratur di pikiran, lebih baik saya tulis aja di CAKEP (Catatan Ketua PPI) ini.

Pekerjaan yang paling utama tentu saja persiapan Sidang Istimewa Bamus (SIB) PPI Taiwan yang akan dilaksanakan di Asia University. Teman-teman di AU telah siap menjadi tuan rumah dan mereka masih harus bekerja keras dan cepat untuk mengejar waktu dalam sebulan ini. Proposal kegiatan, susunan panitia, surat undangan, peminjaman ruangan, pesan konsumsi, ngatur acara, pencarian dana, dan live streaming adalah beberapa pekerjaan di depan mata yang harus dikerjakan. Belum lagi hal-hal teknis lainnya, semangat ya teman-teman di AU.

moco terusane…

November 3, 2011 Posted by | ke-taiwan-an | , , , | Tinggalkan komentar

Satu Per Satu

“Santai saja, satu point demi satu point, ntar kan bisa terkejar.” Begitu biasanya kami saling menyemangati dalam pertandingan Badminton. Terutama saat posisi tertinggal dari tim lawan. Trus teman lain ada yang nyeletuk: “iyalah, kalo langsung dapat dua point atau tiga point kan maen basket namanya.”

Tak terasa sampai bulan Juni ini, kepengurusan perdana PPI Taiwan sudah mencapai tengah tahun. Satu per satu program PPI Taiwan pun sudah berjalan. Dari 7 program unggulan, bisa dibilang 60% sudah selesai. Diantaranya adalah pembuatan website, video dokumenter, ultah PPI Taiwan, dan tiket grup. Yang masih tersisa adalah database mahasiswa yang direncanakan launching bulan September, awal semester depan. Pembukaan program Universitas Terbuka di Taiwan, semoga bisa mulai di bulan Agustus. Serta pembentukan PPI Universitas baru, yang masih menunggu, siapa nih yang tergerak untuk menginisiasi PPI di kampusnya.

moco terusane…

Oktober 30, 2011 Posted by | ke-taiwan-an | , | Tinggalkan komentar

Pemberdayaan Potensi Indonesia

Kepanjangan dari PPI lazimnya dikenal dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia, ada yang lain mengatakan Persatuan Pelajar Indonesia. Kalo di Taiwan ini bisa juga menjadi Pengikat Pasangan Indonesia. Dalam kesempatan ini, perkenankanlah saya memberikan definisi baru untuk kepanjangan dari kata PPI, yakni Pemberdayaan Potensi Indonesia.

Kata kunci untuk pemberdayaan paling tidak ada 2 yakni Mengontrol dan Melepaskan. Mengontrol berarti mengontrol diri sendiri untuk bisa berperilaku yang baik dan menjadi teladan. Bukan mengontrol orang lain untuk bekerja ini dan itu. Sementara melepaskan berarti melepaskan gairah dan bakat orang lain untuk bekerja sesuai bakat yang dimilikinya. Bukan melepaskan dalam arti membiarkan terserah kamu mau berbuat apa.

moco terusane…

Oktober 26, 2011 Posted by | ke-opini-an, ke-taiwan-an | , , , | Tinggalkan komentar

Gagasan, Tim, dan Jejaring

“Yang kita butuhkan bukan masalah kemudaan, tetapi kebaruan, gagasan baru. Masalah kebaruan itu adalah bagaimana masa depan itu. Yang dibutuhkan adalah gagasan baru, yang ketika dimunculkan, kita semua akan mengatakan. Nah, ini dia yang kita cari”. Demikian yang disampaikan Anies Baswedan dalam sebuah acara diskusi. Lalu selanjutnya apa? Cukupkah gagasan baru itu sekedar dimunculkan saja?

Mungkin kita pernah mendengar gagasan brilian dari seorang teman, atau bahkan dari diri kita sendiri. Ketika mendengarnya kita yakin bahwa gagasan itu begitu bermanfaat bahkan mungkin dapat mengubah wajah dunia. Namun seiring berjalannya waktu, gagasan itu hilang ditelan masa. Seperti ban sepeda pancal yang tau-taunya gembos karena lama tak dipakai.

moco terusane…

Oktober 24, 2011 Posted by | ke-opini-an, ke-taiwan-an | , , , , | Tinggalkan komentar

Bukan Organisasi Konyol

Sebulan lalu saat pertama kali pengurus PPI Taiwan ”bertemu” via Skype, saya sampaikan bahwa struktur kepengurusan PPI-Taiwan ibarat sebuah tim sepakbola. Saya sebagai ketua umum adalah kapten tim, sementara Adi wakil kapten, dan tiap-tiap pengurus adalah pemain inti yang posisisnya bervariasi. Tiap posisi memegang peranan yang sama pentingnya.

Oleh karena itu tiap posisi harus terkemuka bersama, tidak boleh ada yang tertinggal. Konyol jika mampu mencetak banyak gol, tapi banyak kebobolan juga. Atau sebaliknya pertahanan kuat, tapi striker mandul. Keduanya sama-sama konyol dan pengurus PPI Taiwan tidak perlu melakukan kekonyolan macam itu.

moco terusane…

Oktober 19, 2011 Posted by | ke-opini-an, ke-taiwan-an | , , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.