Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

The Da Peci Code

Akhirnya aku punya buku baru, lega rasanya….. Setelah hampir 2 bulan tidak mendapat cukup bacaan yang menghibur, kemaren dahaga itu terpuaskan🙂 Aku beli 2 buku, salah satunya adalah The Da Peci Code, novel karya anak bangsa yang “memanfaatkan” booming novel the Da Vinci Code tulisan Dan Brown.

Kok saya bilang memanfaatkan? Lha memang dari covernya aja sudah menunjukkan itu, padahal isi dan alur cerita nya gak mirip blas dengan Da Vinci Code. Bahkan bisa dibilang bagai langit dan bumi…

Novel ini lumayan bagus, karena saya sudah membacanya sampai habis dan mengorbankan waktu untuk ke kampus. Novel ini bercerita tentang perseteruan seorang pemuda keturunan Arab bernama Rosid dengan bapaknya. Sang bapak ingin supaya Rosid memakai peci putih, sedangkan Rosid menentang itu karena dia menganggap peci hanyalah budaya bukan ajaran agama. Apalagi kalo Rosid harus memotong rambut kribonya untuk memakai peci itu. Jadi ada benturan antara anak yang kritis dan bapak yang koncervatif.

Ditambah tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam konflik keluarga itu, novel ini benar-benar sarat akan karakter manusia pada umumnya. Gak salah kalo di sampul belakang novel dituliskan, setiap pembaca dapat menentukan berperan sebagai siapa dalam novel ini.

Awalnya saya bertanya-tanya gimana ending perseteruan itu, apakah akan penuh dengan lika liku seperti novel Dan Brown, atau seperti apa? Ternyata, “basi” banget, gak menunjukkan “kecerdasan” penulis sama sekali… Bisa saya bilang, endingnya gak masuk akal, mirip sinetron2 “islami” di TV…

Bagusnya novel ini, mungkin….. ya lumayan menghibur gitu, karena ada beberapa lawakan, meski gak banyak. Ato karena saya lagi “stress” makanya novel ginian saya bilang bagus…. Tapi apapun itu, saya rasa usaha penulis untuk membuat novel ini, patut dihargai. Kreatifitas beliau dalam memanfaatkan sikon “demam” Da Vinci Code, menjadikan novel Da Peci Code sebagai salah satu buku terlaris di Gramedia.

November 30, 2006 - Posted by | ke-buku-an

5 Komentar »

  1. Kenapa sampeyan gak buat diktat Mektek versi ngelawak juga bro, biar mahasiswanya enjoy bacanya. Kalo diktat yang ada sekarang kan bosenin banget tuh, dipake jadi bantal aja kali ya beres :))

    Btw, emailnya bener gak di Wikarta@me.its.ac.id? Soalnya saya ada kirim email disana.

    Komentar oleh Jutha Bram | Desember 2, 2006 | Balas

  2. For Jutha Bram
    Cak Jutha, emailku bener itu dan email sampean juga sudah saya baca plus saya balas. Tentang diktat Mektek, tunggu tanggal mainnya ya…… Btw, liat juga e-learning Mektek ku di http://www.me.its.ac.id. Thanks.

    Komentar oleh Alief | Desember 5, 2006 | Balas

  3. nash juga dah punya kok, hehe lucu juga ya????
    kemungkina best seller lagi

    salam kenal yak …

    Komentar oleh nash | Februari 6, 2007 | Balas

  4. kayaknya menarik ya? bukunya bisa di dapatin di mana ya? aq pingin banget lho baca itu. moga bisa ngasih info

    Komentar oleh tegar satiya | September 7, 2008 | Balas

  5. novel ini sudah ada di malaysia ke??? saya mahu beli

    Komentar oleh azyan | Februari 14, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: