Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Kecelakaan Challenger

Setelah membaca bukunya Feynman yang baru saja diterbitkan oleh Mizan, saya jadi “bernafsu” untuk mengetahui lebih detail tentang space shuttle (SS). Atau dalam bahasa Indonesianya disebut pesawat ulang alik.

“Nafsu” saya itu lebih cenderung ke arah apa penyebab meledaknya (kecelakaan) SS Challenger, yang secara umum telah disampaikan oleh Feynman dalam bukunya. Tapi, karena ada beberapa hal bagi saya yang belum jelas dari buku itu. Maka saya cari-cari sendiri lewat search di internet dan juga baca buku-buku di Ruang Baca Jurusan.

Ada beberapa situs yang sangat gamblang menjelaskan penyebab kecelakaan Challenger di tahun 1986 itu. Diantaranya adalah situs NASA dan wikipedia. Sedangkan tentang bagaimana prinsip kerja dari SS (space shuttle bukan suara surabaya), saya banyak ambil dari howstuffworks.

Beberapa situs nasional juga membahas tentang SS, tapi yang SS Columbia, bukan Challenger. Karena memang di tahun 2003 Columbia juga meledak. Bedanya, kalo Challenger meledak sesaat setelah lepas landas (baru berangkat), nah kalo Columbia meledak sesaat setelah melewati atmosfer dalam perjalanan kembali ke bumi (mau pulang).

SS milik USA ada 5 buah, yaitu Challenger, Columbia, Discovery, Atlantis dan Endeavour. 2 SS pertama telah meledak di tahun 1986 dan tahun 2003. Sedangkan yang lain sampai sekarang masih terus dipakai dan mungkin baru akan pensiun tahun 2015 an (menurut perkiraanku).

Pertama-tama saya akan mulai dulu njelaskan secara singkat tentang bagian-bagian dari SS. Space shuttle (SS) terdiri dari 3 bagian utama, yaitu : orbiter yang berbentuk pesawat, external tank (ET) tempat bahan bakar cair, dan 2 buah solid rocket booster (SRB) tempat bahan bakar padat. Sakjanya saya pingin insert gambarnya, tapi kok ya gak bisa (masih gaptek blog nih…)

Solid rocket booster (SRB) berfungsi sebagai pendorong awal saat space shuttle meluncur dari tempat peluncuran. Daya dorong yang dihasilkan oleh kedua SRB sekitar 80% dari total daya dorong yang dibutuhkan SS untuk mencapai luar angkasa. 20% lainnya disediakan oleh main engine pada orbiter yang bahan bakarnya dari ET.

Note : Kalo lihat bentuk nozzle pada SRB dan nozzle pada main engine jadi ingat pelajaran Mekanika Fluida Lanjut oleh Pak Yogi. Beliau menerangkan, kalo untuk Compressible Flow yang Mach Number nya lebih dari 1 maka bentuk nozzle berbeda dengan nozzle yang umumnya kita lihat…. Btw, bener gak sih aku nyupliknya??? Tolong koreksinya dong kalo ada yang kurang…..

Sekitar 2 menit dari awal peluncuran SRB menyelesaikan tugasnya dan dilepas dari SS sehingga jatuh ke bumi dengan parasut.  Tugas SRB kemudian digantikan oleh ET sampai SS menempati orbitnya, dan ET pun juga dijatuhkan ke bumi dengan parasut. Setelah itu SRB dan ET bisa kembali digunakan untuk misi berikutnya, tentunya setelah bahan bakar kembali diisi.

SRB tersusun dari beberapa bagian, yang mana pada masing-masing bagian disambung oleh pin joint yang terdiri dari 2 o-ring. O-ring berfungsi sebagai penahan gas panas yang mungkin keluar dari celah sambungan bagian SRB. Nah pada kasus meledaknya Challenger, o-ring ini di”gadang-gadang” sebagai penyebabnya. (Sakjanya saya juga pingin insert gambar SRB dan dimana posisi o-ring nya. Please deh jika ada yang tahu cara insert gambar, beritahu aku ya… Makasih dulu sebelumnya)

Ini dikarenakan beberapa saat setelah Challenger meluncur, terlihat asap hitam yang keluar dari sambungan bagian SRB yang sebelah kanan. Setelah satu menit asap hitam itu berubah menjadi api yang kecil dan menuju ke permukaan ET. Dimana ET merupakan tempat hidrogen cair dan oksigen cair untuk bahan bakar SS selama peluncuran. Dalam 73 detik, api kecil itu menembus ET dan akhirnya meledakkan seluruh SS Chalellenger.

Kenapa kok sampai bisa terjadi kebocoran asap pada sambungan SRB ??? Dan mengapa o-ring menjadi tertuduhnya? Itulah yang dijelaskan oleh Feynman secara menarik lewat eksperimennya yang sederhana. Insya allah pembahasan dan gambarnya akan saya tulis segera, yang sabar ya….. 🙂

Desember 11, 2006 - Posted by | Tak Berkategori |

3 Komentar »

  1. wah lumayan juga n penjelasannya…

    coz w jg lagi bikin Makalah tentang sang pemecah masalah meledaknya SS chalenger Richard P. Feynman..

    THX ya

    Komentar oleh Pendatang Baru | Desember 7, 2007 | Balas

  2. saya mau liat videonya. dulu saya masih ada di perut mamah. sekarang saya sudah besar. jadi saya ingin melihat videonya.

    Komentar oleh Maulydia Rahma | April 22, 2009 | Balas

  3. Hmm..
    Segitunya yach..

    Komentar oleh Pratiwi Schu | November 30, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: