Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Refleksi Rektor di Koran

Pas liburan tahun baru kemaren, rektor ITS menulis sebuah artikel yang menarik di koran jawapos. Artikelnya tentang perang Perguruan Tinggi dalam perekonomian. Beliau menulis, ada 3 peran yang bisa dimainkan oleh PT. Pertama, secara langsung memutus mata rantai kemiskinan dengan menerima mhs baru dari keluarga miskin. Kedua, memperkuat pengabdian masyarakatnya PT, dan Ketiga, mengarahkan riset ke arah nilai tambah ekonomi. Kira-kira begitulah….

Sebuah ulasan yang bagus memang, dan seringkali saya selalu kagum dan bersukur punya Rektor seperti Pak Nuh ini. Orangnya bener-bener care dengan ITS dan bekerja keras + cerdas untuk membawa ITS lebih baik…

Tapi sayang, itu tidak tersosialisasikan dengan baik sampai ke tingkatan orang per orang dosen dan karyawan di ITS. Maka jangan heran, kalo ada dosen yang gak ngerti mau kemana ITS… Gak dosen tua, gak dosen muda, semuanya sama saja, lebih banyak yang mikir untuk kepentingan diri sendiri, gak ada yang mau care untuk institusi….

Mungkin jadi Rektor ya serba repot, mau sosialisasi seperti gimana… Mau maksa seperti apa, wong sistemnya masih kacau balau. Mau mbuat atau nata sistem, terbentur sama independensi dosen yang sangat independent. Apalagi kebutuhan “ekonomi” minimal dosen belum terpenuhi… Wis pokoke repot lha…

Gitu kok ya ada yang mau nyalonkan jadi Rektor, emang sudah punya “jurus” apa???? Jangan-jangan cuma pingin seperti Rektor sekarang, yang sangat sering jalan-jalan ke luar negeri. Katanya sih untuk memperkenalkan ITS ke internasional. Padahal habis duit berapa itu untuk sekali jalan???

Januari 3, 2007 - Posted by | ke-ITS-an

3 Komentar »

  1. istilah “jalan-jalan” dengan “marketing” bedo banget cak. nek jalan-jalan paling-paling oleh2 yg dibawa tas, souvenir dan crito, tapi kalo marketing, oleh2 yang didapat adalah kerjasama, MOU,dsb. Bo abo, itu sangat penting untuk membuat ITS semakin “gaul” dan dikenal di manca negara. Selain itu bisa membuka peluang untuk riset bersama, beasiswa, sandwich program dll. Wis gak wayahe ITS hanya jadi “jago kandang”

    Komentar oleh Ary Bachtiar | Januari 6, 2007 | Balas

  2. # cak Ary : Alhamdulillah kalo memang seperti itu, terima kasih atas pencerahannya Cak

    Komentar oleh Alief | Januari 6, 2007 | Balas

  3. mudah2an ITS tambah maju

    Komentar oleh grandiosa12 | Januari 27, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: