Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Kuliah Sambil Cerita tentang cak Google

Seminggu kemaren, dalam tiap kuliah yang saya berikan, saya selalu menyelipinya dengan cerita tentang cak Google (bukan mbah Google ataupun om Google)🙂 Maklum aja, saya barusan selesai membaca buku Kisah Sukses Google, yang ditulis oleh David A Vise. Buku itu benar-benar luar biasa, jadi tidak tahan kalo tidak menceritakannya ke banyak orang (termasuk ke mahasiswa saya).

buku googleDan seperti biasa, reaksi mahasiswa kalo diberi cerita, (kayaknya) lebih senang ndengar cerita dibandingkan ndengar materi perkuliahan… Mereka dengan antusias (menurut dugaan saya) mendengar dan berkomentar tentang Google. Mungkin itu dikarenakan kalo saya kasih materi kuliah terlalu “mbulet”, “susah dimengerti” dan “tidak membumi”. Atau mungkin juga karena mahasiswanya “ngantuk”, “aras-arasen”, dll sehingga gak memperhatikan materi kuliah. Tapi lek dengar cerita… wah senenge minta ampun (sekali lagi, itu menurut saya)🙂

Saya bercerita tentang bagaimana google dibangun oleh cak Page dan cak Brin ketika mereka berdua menjadi mahasiswa doktoral di Stanford University. Saya katakan kepada mahasiswa saya, betapa pedulinya Stanford Univ terhadap hasil-hasil riset dosen, peneliti, dan mahasiswanya, sehingga memungkinkan bagi hasil riset itu untuk mendapatkan pendanaan dan “dijual”. Kapan ya ITS seperti itu?

Kemudian saya pun bertanya ke mahasiswa, kalian tau gak gimana caranya Google dapat uang? Rata-rata mereka semua pada bingung, trus ada yang njawab, “dari web yang masuk ke hasil pencarian pak” Ha? Jadi untuk masuk ke pencarian Google, web harus bayar? Ya nggak lha….

Asal tau aja ya (menurut buku itu), Google secara kontinu terus mendownload halaman web yang ada di muka bumi ini dengan kecepatan 100 halaman per detik dan saat ini data basenya telah mencapai lebih kurang 10 milyar halaman (lek diprint di kertas A4 trus ditumpuk vertikal, sampai berapa kilo ya tingginya?). Nah secara otomatis setiap web yang ada pasti masuk ke data base nya google, (mungkin) termasuk nama sampean… Coba deh masukkan nama sampean ke search google, pasti keluar hasilnya kan. Apa sampean pernah bayar ke google???

Lha trus google dapat uang darimana lho? Jawabnya dari iklan. Trus saya bercerita panjang lebar ke mhs tentang sistem periklanan di google yang menggunakan tender, biaya iklan dari tiap klik ke halaman web, sampai dengan gugatan sebuah perusahaan ternama ke google, karena penggunaan “keyword” yang telah dipatenkan.

Yang paling seru ketika saya cerita tentang “kejahatan klik” dari sistem iklan itu. Saya berikan tips-tips ke mereka bagaimana cara untuk “menjatuhkan” perusahaan lawan lewat sistem iklan di google. Cukup dengan mengklik iklan perusahaan lawan sampean, sehari sebanyak 1000 kali dan dilakukan kontinu selama sebulan. Maka bisa dipastikan perusahaan lawan harus membayar ke google $30.000 dalam sebulan untuk iklan yang tidak “terjual” (dengan asumsi per klik $1).

Dan selanjutnya ada juga yang bertanya, gimana caranya google memproses sehingga hasil yang keluar sesuai dengan yang kita cari? Pertanyaan ini membuat saya sedih… Kenapa? karena pertanyaan ini menunjukkan bahwa mereka (mahasiswa saya) tidak mengerti arti penting dari kuliah “Program Komputer (Prokom)” yang telah ditempuh. Kalo mereka ngerti maksud di balik kuliah “Prokom”, pastilah pertanyaannya seperi ini, algoritma bahasa programnya gimana ya pak? Kok bisa bikin search engine seperti itu….

Anyway, menyelipkan cerita-cerita seperti itu, baik yang berkaitan dengan teknologi sehari-hari ataupun yang berkaitan dengan kehidupan manusia, merupakan hal yang menarik bagi mahasiswa, dan menantang bagi dosen. Kenapa kok menantang? Karena itu memacu saya untuk trus belajar dan tidak ketinggalan informasi, sehingga cerita-cerita nya akan selalu up to date dan gak “kuper”🙂

Tapi lek kakean (kebanyakan) cerita dan jarang kasih materi kuliah??? Malah kontra produktif jadinya, dan menunjukkan kalo dosennya gak siap materi kuliah🙂 Karena dengan cerita-cerita itu, harapannya mahasiswa tidak hanya mendapat materi “teknis” di keilmuannya saja, tapi juga terinspirasi oleh ke-hidup-an sosial di sekitarnya, yang (mungkin) justru akan lebih mereka butuhkan ketika ada di dunia kerja…

April 3, 2007 - Posted by | ke-buku-an, ke-kuliah-an

14 Komentar »

  1. sik sik
    cak alief sampeyan kuwi ngajar nang ngendi yoh ?

    Komentar oleh Nur Aini Rakhmawati | April 3, 2007 | Balas

  2. gak ngajarin google adsense sekalian cak? heheeh.. banyak orang yang kaya dari google adsense katanya.. hihihihi

    Komentar oleh grandiosa12 | April 3, 2007 | Balas

  3. BTW cak google iku dulurmu tah? iku apane lik yahoo? puinterrr yo…

    Komentar oleh Evy | April 4, 2007 | Balas

  4. “lek diprint di kertas A4 trus ditumpuk vertikal, sampai berapa kilo ya tingginya?”

    Kan enak cak? Nek duwur kan iso dipenek untuk menggapai mimpi bulan secara gratis.

    Komentar oleh Arief Fajar Nursyamsu | April 4, 2007 | Balas

  5. Cak alief, pancen mahasiswa saiki suka cerita nggak seneng mencari cerita. Tapi ancene apik kok
    sukses wae CAKK…

    Komentar oleh dono | April 4, 2007 | Balas

  6. memang keren buku yang atu itu pak.. sampe sekarang masih dapet spiritnya walau udah beberapa bulan ga dibuka-buka..

    Komentar oleh clukindahose | April 4, 2007 | Balas

  7. Wah, dosen kayak tipe cak alief termasuk dosen yang dalam kategoriku sebagai dosen ABG (Asik Bikin Gakbosen)…

    Selingan2 cerita kayak gitu justru bagus tuh, selain sebagai intermezo juga kan bisa kasi motivasi buat mahasiswa…

    alief: ah masak sih…🙂

    Komentar oleh eravictory | April 5, 2007 | Balas

  8. paragraf 3
    Kapan ya ITS seperti itu?

    he he he … kapan juga ya ipb spt itu?

    alief: ayo balapan ta ITS karo IPB?😀

    Komentar oleh Luthfi | April 5, 2007 | Balas

  9. Kalo di TC menyapa google dengan sebutan mbah Google dan Wikipedia dengan Empu Wiki.
    Kikikikik…..

    Komentar oleh dnial | April 10, 2007 | Balas

  10. Wah asyik dunk …

    Klo saya justru kuliah itu senengnya klo dosen itu banyak ngasih cerita daripada materi kuliahnya. Klo materi kuliahk bisa baca and dipelajari sendiri, lha klo cerita and pengalaman kan harus diceritain. Betul?

    alief: lha kalo ceritanya tentang kehidupan keluarga dan keluh kesah, apa seneng juga….🙂

    Komentar oleh mathematicse | April 10, 2007 | Balas

  11. “Tapi lek kakean (kebanyakan) cerita dan jarang kasih materi kuliah??? Malah kontra produktif jadinya, dan menunjukkan kalo dosennya gak siap materi kuliah”

    he…he..he… ngerti ae, opo nyindir cak?

    alief: wah jadi gak enak ini…😀

    Komentar oleh peyek | April 10, 2007 | Balas

  12. andai cak alief jadi dosenku…🙂

    alief: jangan sampe cak Arul, aku bisanya cuman Hukum Kirchoff tok🙂

    Komentar oleh arul | April 10, 2007 | Balas

  13. Cak, aku ndaftar dadi mahasiswamu yo…
    Ssstt…mahasiswimu cakep2 ra?😀

    alief: mahasiswi di Mesin yang sekarang cakep-cakep cak, makane ngajar yo dadi semangat😀

    Komentar oleh deKing | April 11, 2007 | Balas

  14. iya itu memang buku yang menurut saya sangat keren..

    ‘Kapan ya ITS seperti itu?’ -> wah, mesin its yang nomer satu se indonesia saja belum seperti itu, apa kabar dengan universitas laen..

    Komentar oleh danasatriya | April 29, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: