Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Jangan Sebut Mereka Senior !

Tulisan ini terinspirasi oleh kejadian di IPDN (Institut Pemborosan Dan Nendangan)*   Beberapa berita di koran dan juga di televisi seringkali menyebutkan bahwa praja (pembunuh) yang ditahan adalah senior dari alm cak Cliff (kayak nama pengarang buku TOEFL ku). Terus terang, saya risih ketika membaca, mendengar, dan melihat kata senior dalam berita tersebut…

Menurut saya, sebutan senior itu baru layak diberikan kepada seseorang yang memiliki pengalaman, kepribadian, prestasi, dan moral lebih banyak (sekaligus baik) daripada yang lain, khususnya dibanding yang usianya lebih muda. Bahkan kadangkala seseorang sudah bisa disebut senior meskipun usianya masih muda. Itu bisa saja terjadi, jika si muda telah memiliki pengalaman lebih banyak dan lebih baik dalam satu keahlian dibandingkan rekannya yang lebih tua.

Tapi sayangnya di masyarakat (termasuk masyarakat kampus) pemakaian istilah senior seringkali diidentikkan dengan yang duluan jadi mahasiswa, yang segera mau pensiun, dan yang-yang lainnya, yang umumnya selalu berkaitan dengan usia. Jadi yang lebih tua berarti lebih senior daripada yang lebih muda. Dan karena lebih tua maka lebih tau dan lebih segalanya daripada yang muda. Benarkah seperti itu?

Ambil contoh seperti ini: seorang mahasiswa semester enam tapi kuliahnya masih banyak yang sekelas dengan mahasiswa semester dua. Trus kerjaannya hanya menyalahkan orang lain, menyalahkan sistem, atau malah hanya maen game dan hura-hura saja. Tidak ikut kepanitiaan di kampus, tidak jadi pengurus organ(isasi) apapun, hanya luntang-luntung tanpa tujuan. Apakah yang semester enam lebih senior daripada semester dua?

Contoh lain: Seorang dosen sudah puluhan tahun mengabdi di kampus, tapi kerjaannya hanya mengajar saja, tidak pernah melakukan penelitian. Bahan ajarnya pun sampai berwarna kekuningan, karena gak pernah diperbarui. Jadi yang diajarkan tahun 90 an masih sama dengan yang diajarkan sekarang. Apakah beliau-beliau bisa disebut senior?

Bagi sebagian orang mungkin mengganggap masalah ini gak penting, bahkan bisa jadi malah mengganggap saya tidak punya sopan santun, tata krama, unggah ungguh, dsb. Masak sama “senior” kok bilang gitu…. Maksud saya bukannya tidak menghormati beliau-beliau kakak kelas saya dan para guru yang sekarang jadi kolega. Saya sangat menaruh hormat sama para senior itu, karena dari mereka lha saya banyak belajar tentang makna ke-hidup-an

Toh yang dijadikan contoh di atas itu belum tentu dari ITS kan, karena di ITS memang gak ada yang seperti itu…🙂 Apalagi di Teknik Mesin, malah gak ada yang gitu-itu😀 Ya mungkin tulisan ini (hanyalah) sebagai sebuah pengejahwantahan semboyan blog ini: Tak pernah berhenti berjuang…🙂

*Pemborosan karena sekolah kedinasan memakai dana APBN yang semestinya bisa disalurkan untuk dana kesehatan bukan untuk membunuh orang. Nendangan karena tau sendiri lha gimana di IPDN itu…🙂

April 10, 2007 - Posted by | ke-hidup-an

11 Komentar »

  1. Setuju cak, banyak yang tua tapi cuma ompong. BTW mereka yang tua dari segi masa itu bisa saja bener senior ~ senang istri orang😀

    alief: sinbut-sinbut… senior: senang istri orang, bisa aja sampean itu cak. Berarti judul postinganku harusnya diganti: Panggil saja mereka senior (senang istri orang)😀

    Komentar oleh helgeduelbek | April 10, 2007 | Balas

  2. Bener tuh Cak…senior karena merasa lebih duluan, lebih tua dsb.

    Btw, bener nih ga ada dosen yang kayak gituan (bahan ajarnya sampai kuning-kemuning?)

    alief: kalo di tempat lain mungkin ada, tapi kalo di Teknik Mesin ITS pasti ada juga…😀

    Komentar oleh mathematicse | April 10, 2007 | Balas

  3. “Toh yang dijadikan contoh di atas itu belum tentu dari ITS kan, karena di ITS memang gak ada yang seperti itu… Apalagi di Teknik Mesin, malah gak ada yang gitu-itu” –> keluar juga narsisnya….

    Nah Cak Alief berdasarkan tulisannya ini layak dikatakan “senior”.

    anyway kita cuman sebelahan gedung… Cak Alief di Mesin sy di Elektro.. blum pernah ketemu yah….😉

    alief: wong tulisan narsis gini kok malah dibilang layak dikatakan senior, nyindir yach…🙂
    anyway, malah gak seru lek ketemu fisik, enakan ketemu fatamorgana gini😀

    Komentar oleh arul | April 10, 2007 | Balas

  4. Sebenarnya apalah arti suatu senioritas jika selalu dikaitkan dengan arogansi…

    alief: ya tidak berarti apa-apa, hanya kebanggaan semu!

    Komentar oleh deKing | April 11, 2007 | Balas

  5. CB CEK INI
    http://www.friendster.com/12612764

    alief: sudah dicek. terima kasih infonya.

    Komentar oleh Luthfi | April 11, 2007 | Balas

  6. kalo bukan senior trus bagusnya panggilnya apa?

    alief: panggil saja, angkatan sekian atau kakak kelasnya. Atau malah panggil dengan namanya saja lebih seru…🙂

    Komentar oleh klikharry | April 11, 2007 | Balas

  7. Cak alief!
    Perploncoan (atau dg nama halus orientasi/BK) apakah masih ada di ITS (khususnya T. Mesin)? Kalau ada, ganti aja dg yang lebih bermanfaat!

    alief: Kontak dan hukuman fisik secara resmi sih sudah dilarang pak, bahkan kalo ngelanggar bisa di DO. Tapi kalo orientasi untuk pengenalan kampus, masih tetap ada.

    Komentar oleh baihaqi | April 12, 2007 | Balas

  8. saya pernah ditegur seorang kawan dengan kalimat :
    Hati-hati senioritas itu iblis
    Bukankah karena merasa lebih senior iblis menolak perintah Allah S.W.T untuk sujud kepada Nabi Adam A.S

    Komentar oleh kangguru | April 12, 2007 | Balas

  9. perasaan senior itu seharusnya timbul dari juniornya, bukan yg lebih tua (dalam segala hal) yg berkoar-koar klo dia lebih tua.. apalagi klo sampe membunuh…

    Komentar oleh orido | April 13, 2007 | Balas

  10. dengan ini saya mendeklarasikan diri sebagai seniornya Alief..huehee..he..he..he…Lief aku jadi pembaca setia blogmu sekalian ikut mendengar berita berita baru dari kampus :)dan memantaumu sebagai juniorku..huehheeeeeheeee tuetep🙂..aku setuju Lief, idealnya begitu tapi saya pikir nggak semua yang merasa tua merasa dirinya senior, yang penting kan tingkahnya di kampus..di mesinku aku pikir masih okey okey..aja tuch..!!

    Komentar oleh warnoise | April 15, 2007 | Balas

  11. klo gw jadi senior sih malu…
    abisnya waktu lg ngulang mata kuliah pasti klo ada tugas susah cari contekan…

    yah, beginilah nasib jd senior….😛

    Komentar oleh Chandra | April 20, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: