Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Dosen yang Mulia…

Masih ingat kejadian 17 April 2007 lalu, dimana seorang mahasiswa asal Korea membabi buta membunuh rekan-rekannya di kampus Virginia Tech? Itu lho yang foto-foto dirinya sempat dikirimkan ke sebuah media massa sebelum dia mulai membantai rekan-rekannya. Sungguh tragis…

Postingan kali ini gak bahas tentang pembunuhan tersebut kok. Postingan ini hanya sedikit berkaitan dengan seorang korban tragedi itu, seorang dosen di Virginia Tech. Yang untuk mengenang dirinya, laboratorium tempat dia bekerja saat ini diberi nama “Kevin P. Granata Musculoskeletal Biomechanics Laboratory”

Pertama kali aku tahu nama Kevin Granata ketika baca newsletternya American Society of Biomechanics (ASB). Saat itu aku masih di Indonesia, lagi keranjingan nge-google dan download berbagai hal tentang Biomechanics. Dalam bagian dari newsletter ASB, ada satu halaman khusus tentang “In Memoriam Kevin Granata, PhD (December 29, 1961 – April 16, 2007)” Di situ diceritakan biografi singkat dari cak Kevin Granata. Dalam hati aku bertanya: “Emang orang ini mati kenapa seh? Kok sampe dimuat khusus dalam in memoriam. Apa mungkin karena mati muda? Wah berarti dia punya jasa besar dong dalam kemajuan biomechanics di US”

Nah kebetulan beberapa hari ini aku lagi nyiapkan presentasi untuk lab meeting jumat besok. Sebenarnya sih gak ada hubungannya blas dengan cak Kevin, karena isi presentasiku mereview beberapa paper biomechanics tentang element type dan meshing method untuk standardized femur. Tapi ketika power pointnya dah hampir selesai, aku kok pingin lagi nge-google tentang biomechanics secara umum. Dan tanpa disengaja aku menemukan website “Kevin P. Granata Musculoskeletal Biomechanics Laboratory” bertengger di posisi pertama halamannya cak Google.

Ketika baca website laboratorium di atas, aku masih belum tahu juga kalo cak Kevin adalah korban pembunuhannya Seung Hui Cho. Dalam hatiku cuman berkata: “Oalah orang ini ta yang dulu pernah tak baca di newsletternya ASB. “Nyaingi” lab-lab di Jepang aja, yang diberi nama seperti nama Professornya” Kemudian aku melanjutkan nge-google lagi sampai akhirnya membuka sebuah halaman web dari answer.com yang berisi biografi Kevin Granata. Baru setelah itu aku paham, ternyata Doktor Kevin Granata ialah salah satu korban pembunuhan di Virginia Tech.

Hingga aku pikir, ada baiknya kalo aku cerita di blog aja. Apalagi setelah tahu bagaimana dia melindungi mahasiswanya ketika proses pembunuhan itu terjadi. Ceritanya setelah mendengar suara tembakan, beliau mengunci semua mahasiswanya di kelas, dan keluar untuk mengecek keadaan. Tak disangka beliau malah bertemu dengan cak Cho dan dihujani beberapa tembakan hingga meninggal di tempat. Sungguh seorang dosen yang mulia…

November 14, 2007 - Posted by | ke-hidup-an, ke-kuliah-an

5 Komentar »

  1. Semoga jadi dosen yang mulia juga cak….🙂

    Hidup Doseeen.. (cita2Qu 2 tahun terakhir ini.. hehehe😀 )

    Komentar oleh ario | November 15, 2007 | Balas

  2. lha dosen disini gimana cak?
    pada sembunyi kalo lagi didemo mahasiswanya sendiri

    Komentar oleh peyek | November 15, 2007 | Balas

  3. semoga bs menjadi inspirasi bagi dosen2 disini…

    Komentar oleh nrkhlsmjd | November 15, 2007 | Balas

  4. terharu, semoga masih banyak dosen2 seperti ini yang ada di Indonesia🙂

    Komentar oleh GRaK | November 16, 2007 | Balas

  5. euh…sedih denger ceritanya…😥

    Komentar oleh cK | November 23, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: