Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Profesornya Marah-Marah

angry_banana.jpgKemaren sore adalah saatnya kuliah mendengarkan. Kuliah 0 sks mendengarkan ‘laporan kemajuan’ dari mahasiswa PhD tentang disertasi mereka. Awalnya kuliah berjalan seperti biasa, ada 2 orang kandidat Doktor yang presentasi dan kemudian dilanjutkan tanya-jawab oleh Profesor pendamping. Setelah orang ke-2 presentasi yang terjadi kemudian adalah ‘petaka’. Profesornya gak tanya jawab, malah marah-marah ke mahasiswa….

Beliau marah-marah karena kecewa dengan presentasi orang ke-2. Yang kata beliau, english-nya buruk banget, memalukan, dan berbagai ungkapan2 laen. Beliau menyayangkan masak calon Doktor tapi pronouncation-nya kayak anak undergraduate. “Think about it”, gitu kata Profesor-nya. Aku yang gak nyimak presentasi hanya bisa plonga-plongo saja…😀

Selidik punya selidik, kata seorang teman memang pengucapan orang ke-2 tidak bagus, jadi wajar saja kalo Profesor-nya marah-marah. Tapi kata teman lain, setidakbagus apapun pengucapan english mahasiswa itu, tidak pada tempatnya kalo si Profesor marah-marah di dalam kelas. Toh kan si mahasiswa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk belajar english. Maklum di sini kan bahasa ibunya Mandarin bukan Inggris…

Dulu, saya sendiri juga pernah marah-marah di dalam kelas, sering malah (kayae gak ngikuti ‘trend’ deh jika dosen gak memarahi mahasiswanya) haha…. Tapi selepas memarahi itu, bukan rasa puas yang saya dapatkan. Malah getun (bhs Indonesia-nya apa ya?). Saya merasa marah-marah bukanlah solusi, meski seburuk apapun kesalahan yang dilakukan oleh si mahasiswa. Karena prinsipnya kan saya ingin memperbaiki kesalahan mahasiswa, bukan menjatuhkan mentalnya…

Lepas dari boleh tidaknya dan benar salahnya dosen marah-marah di kelas. Saya pikir seorang mahasiswa (status saya saat ini) harus bisa berpikir, merenung, dan memarahi dirinya sendiri. Gampangnya belajar tanggung jawab lha… dan tidak terlalu sering menyalahkan orang lain, apalagi mencari kambing hitam (karena kambingnya mau dibuat kurban)🙂 Sehingga dorongan dari dalam dirinya lah yang akan membuat dia belajar dari kesalahan untuk kemudian merubahnya menjadi lebih baik.

Mudah ditulis, tapi susah dilakukan…

November 22, 2007 - Posted by | ke-kuliah-an | ,

20 Komentar »

  1. Contoh dosen yang baik..🙂 (maksudnya cak alifnya bukan prof. nya.. prof. ga ngaji sih…???)

    Sukses selalu….😀

    Komentar oleh ario | November 22, 2007 | Balas

  2. Wah pengalamannya jadi sarana instropeksi buat dosen Alief nih😛

    Komentar oleh Adi | November 22, 2007 | Balas

  3. Kiat supaya tidak marah…(terutama dosen bukan prof). Ingat!!! nanti belum tua sudah stroke…(kan ngak lucu belum 40-an bukan prof lg eeee seterok).

    Komentar oleh zul | November 22, 2007 | Balas

  4. iyah benar pak.

    Komentar oleh GRaK | November 23, 2007 | Balas

  5. Yuuup, marah-marah identik dengan kehilangan kontrol fikiran, jadi mudah dipatahkan orang lain.

    Komentar oleh Orang Indonesia | November 23, 2007 | Balas

  6. hrsnya dijawab “i’m still learning to be good sir, please be patient with it”😛

    Komentar oleh didut | November 23, 2007 | Balas

  7. Sip tenan.
    Stop marah-marah😀

    Komentar oleh Emanuel Setio Dewo | November 23, 2007 | Balas

  8. buat saya tidak ada faedahnya mengumbar emosi, apalgi seorang professor..🙂

    be calm aja…
    kalo ada yg marah, cuekin aja…:)

    Komentar oleh rusle | November 23, 2007 | Balas

  9. pengalaman ama dosen pembimbing ku yang pantes untuk di contoh menurut saya :
    Tidak pernah memarahi anak didik nya di depan orang banyak atau di depan umum walaupun melakukan kesalahan fatal, biasanya selepas melakukan kesalahan kita di panggil di dalam ruangan nah di situlah kita bakal memperoleh petuah2 bijak lahir dan batin selama beberapa menit bahkan bisa sampek beberapa jam namun setelah itu pada hari yang sama dengan beda waktu kita ketemu di parkir lalu si dosen menyapa ( tri udah makan siang ? makan bareng yok )

    keliatan simple emang tapi sangat jarang saya temui selama ini bahkan di anggota keluarga saya maupun saya sendiri mungkin sulit buat niru

    thanks

    Komentar oleh kojex | November 23, 2007 | Balas

  10. hebad, mas!! sampeyan bisa mengambil hikmah dari hal-hal kek ginian! sip!!😀

    Komentar oleh STR | November 23, 2007 | Balas

  11. Apa presentasinya dalam bahasa Inggris? Rasanya saya sering ketemu, diskusi dan meeting dengan dengan berbagai pihak yang pronunciationnya kurang atau tak sesuai dengan negara asalnya (inggris maksudnya)…seperti orang Hongkong, dia bicara bahasa Inggris dengan dialek Hongkong, demikian juga lainnya. Dan mungkin orang Indonesia, bicara bhs Inggris dialek Jawa.

    Tapi kalau untuk calon doktor, mungkin bahasanya harus bagus ya. Yang saya ceritakan di atas adalah diskusi diantara orang bisnis, analis keuangan dari berbagai negara….dan saya sering melongo (lha ada yang bhs Inggris seperti orang kumur2, kayak menggeram ..hahaha)

    Komentar oleh edratna | November 23, 2007 | Balas

  12. emang enak jadi mahasiswa lage…:D

    ati2 aja pak kena gantian di semprot prof😀

    Komentar oleh dobelden | November 23, 2007 | Balas

  13. “Mudah ditulis, tapi susah dilakukan…”
    Setidak ada pembelajaran dari kisah ini. Thanks!😀

    Komentar oleh benbego | November 23, 2007 | Balas

  14. Emang mas marah itu diluar kendali, tetapi ketika marah sudah hilang penyesalannya luar biasa. Salam Kenal ya mas, boleh aku link blog sampeyan khan

    Komentar oleh fikriana | November 23, 2007 | Balas

  15. Salam kenal ya,,,

    Komentar oleh hansteru | November 23, 2007 | Balas

  16. # ario:
    jangan terlalu memuji… seandainya malaikat atid bisa sampean tanyai, pasti sampean gak akan mau kenal dengan aku🙂

    # Adi:
    betul Di. Guru yang paling baik kan pengalaman…🙂

    # zul:
    wakakak… stroke aja kok repot😀

    # Grak:
    ok anda dapat nilai 100😀

    # orang indonesia:
    sip. komentar yang bagus🙂

    # didut:
    lek Prof dah ngamuk, bisanya cuman diam dan ndengarkan….🙂

    # dewo:
    sip juga

    # rusle:
    kalo marahnya karena salah kita ya gak bisa dicuekin aja kan?

    # kojex:
    wah aku harus banyak belajar nih sama dosen pembimbingmu Jex…

    # STR:
    makasih, sip juga komentarnya.

    # edratna:
    menurut saya sih juga begitu, seharusnya bisa toleransi kalo pronouncationnya kecampuran bahsa ibu…. Tapi ntahlah, mungkin Profnya punya sudut pandang laen…

    # dobelden:
    ya nih, jadi kalo ntar waktunya saya presentasi, harus banyak latihan di depan cermin🙂

    # benbego:
    thanks juga atas komentarnya

    # fikriana:
    silahkan dilink, lha blog sampean linknya mana?🙂

    # hansteru:
    salam kenal juga… trims

    Komentar oleh alief | November 24, 2007 | Balas

  17. profesornya lagi dateng bulan kali😛

    Komentar oleh antobilang | November 24, 2007 | Balas

  18. Jangan khawatir bila orang2 sudah tidak menghargaimu lagi,
    tapi…
    khawatirkanlah dirimu bila sudah tidak bisa menghargai orang lain…
    😉

    Komentar oleh ezy | November 27, 2007 | Balas

  19. professor juga manusiaa*mulai nyanyi.com*
    hehehe……banyak yang bisa jadi pengajar, tapi tidak semua bisa jadi pendidik;))
    katanyaaa loh ya….tapi namanya manusia, khilaf pasti ada, kalo lagi dongkol, masalah dikit aja bisa langsung bikin bertanduk deh…

    Komentar oleh sita | Januari 17, 2008 | Balas

  20. Bahasa itu kan tool nya. Kalo tool nya nggak menguasai bagaimana bisa perform? Sebenarnya Profnya mau ngasih message ke semua orang yg ada di ruangan itu bahwa to be performed well u have to master the tool first. Mungkin karena kelas anda mahasiswanya dari berbagai bangsa dan bahasa, maka dia menggunakan bahasa universal yg bisa dipahami semua (emosi).

    Komentar oleh yudhistira | Januari 28, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: