Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Mudahnya Menyalahkan Orang Lain

Setiap manusia itu tempatnya salah dan lupa. Maka sudah menjadi kewajiban kita-lah untuk selalu memohon ampun kepada-Nya. Serta rajin mencatat segala sesuatu supaya tidak mudah lupa dan gampang salah.
 

Saya rasa, kita semua memahami akan hal itu. Namun kenapa seringkali kita menutup mata akan fakta ini. Serta terus mencari-cari kesalahan orang lain, bahkan mengumbar-ngumbarnya ke banyak orang? Sadarkah kita, bahwa mencari kesalahan orang lain itu sangatlah gampang….

“Semut di seberang pulau bisa ditampakkan bagaikan gajah”
 

Biasanya mahasiswa (seperti saya) adalah yang paling hobi mencari kesalahan orang lain. Melihat dosennya salah nulis, langsung diprotes. Melihat rekannya salah ngomong, langsung diprotes. Pendek kata, melihat orang lain dan menemukan kesalahan adalah kepandaiannya… Apalagi kalo sudah pakai jurus pokoknya™. Wah semakin hilanglah martabat orang lain.

Memang mencari kesalahan akan mudah dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan. Seperti mahasiswa itu contohnya. Apalagi kalo mahasiswa tingkat graduate, wah pasti lebih jago lagi cara cari kesalahan orang lain. Apalagi (lagi) kalo seorang Profesor, mantan pejabat lagi, wah pasti jago banget…

“Gajah di depan mata, akan ditampakkan bagaikan semut”
 

Kalo paragraf di atas kita amini kebenarannya, ini berarti petaka tambahan dari sistem pendidikan kita. Pendidikan yang harusnya menghasilkan anak didik bermoral dan beretika. Ternyata hanya menghasilkan orang-orang pandai tanpa moral yang memadai…

Semut itu kecil, kalo jauh ya gak kelihatan
Gajah itu besar, kalo dekat ya pasti kelihatan
 

Sudah selayaknyalah kita meletakkan setiap hal pada porsinya. Istilah kerennya secara proporsional. Jangan dilebihkan dan jangan pula dikurangi. Memang sekecil apapun kesalahan yang diperbuat orang lain bila dibiarkan bisa berakibat fatal. Apalagi yang besar, wah malah bisa mengganggu keseimbangan bersama…

Dan untuk itu memang harus diperbaiki, bahkan segera. Tapi lihat caranya dong…

Pantaskah menyalahkan individu ke khalayak ramai untuk kesalahan yang bersifat pribadi? Pantaskah menjelek-jelekkan orang lain ketika kita punya pandangan yang berbeda? Pantaskah kita mengubur mimpi orang lain ketika kita lihat dia menyindir kita? Apalagi individu itu seorang yunior? Ya gak level lha…

Maunya itu membenahi kesalahan atau menghina-dinakan orangnya sih???

Jangan-jangan kita menyalah-nyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahan kita sendiri. Atau untuk memperlihatkan kelebihan kita dengan merendahkan orang lain??? Atau karena kita belum begitu dewasa dalam hal kejiwaan sehingga susah menerima pendapat orang laen???

(Wah kalo diteruskan tambah jadi emosional ini, hehe…. Udah sampai sini aja dulu postingannya. Btw, jangan cari-cari semut pada gambar di atas lho ya…)

Januari 16, 2008 - Posted by | ke-hidup-an

28 Komentar »

  1. Pertaaaammmmmmmaaaaaaaaaaaxxx……….

    SO, Muhashabah itu penting😀

    Semangaat cak alief…

    Komentar oleh almuhandis | Januari 16, 2008 | Balas

  2. itu muncul dari persangkaan yang tak diundang..
    persangkaan ibarat cermin yang retak
    tak baik dipakai bercermin, apalagi bersolek

    Komentar oleh daengrusle | Januari 16, 2008 | Balas

  3. saya salah kan diri sendiri dulu saja🙂
    sebelum menyalahkan orang atau benda lain😀

    Komentar oleh aRuL | Januari 16, 2008 | Balas

  4. kalo sudah jadi kebiasaan memang sulit sembuh ini..

    soalnya kan udah diajarkan dari kecil, kalo anak kecil jatuh, si ibu bilang: “o… nakal itu kodoknya…” lha kok nyalahin kodok, padahal si bayi jatuh karena kesandung batu :d

    Komentar oleh deteksi | Januari 17, 2008 | Balas

  5. Kalau kita tahu, bahwa seseorang itu sedang lupa, maka alangkah baiknya kita mengingatkannya (bukan langsung memvonis). Kalau kita berbeda pendapat dalam sebuah perdebatan, meskipun kita benar, kita malah dianjurkan untuk mengalah.

    Sebaik-baiknya seseorang adalah yang mampu menutub aib saudaranya di dunia, dan lebih memandang dirinya yang sudah tentu tidak lepas dari banyak aib. Sebagaimana orang lain tidak menyukai jika aibnya terbongkar, maka begitu juga dengan diri kita…dan untuk ini diam itu lebih selamat dan menyelamatkan🙂

    Wassalam

    Komentar oleh Fakhrurrozy | Januari 17, 2008 | Balas

  6. Ini ada kaitannya dengan pemberitaan Suharto gak? kalo iya, Mudah2an aja tak mengaburkan substansi permasalahan suharto, dengan hanya memaafkan tak cukup untuk menghentikan pengusutan kasusnya, bahkan sampai dia meninggal sekalipun.. hehehehehehehehehe… piiissssss

    Komentar oleh gempur | Januari 17, 2008 | Balas

  7. Ass.
    Kita memang harus belajar untuk tidak menyalahkan orang lain terhadap apa yang kita alami. Belajar untuk melihat diri kita (sukses or gagalnya kita) adalah tergantung pada diri kita sendiri. Jangan menyalahkan lingkungan.

    Komentar oleh Fatma | Januari 17, 2008 | Balas

  8. emang begitu.. menyalahkan lebih mudah dari pada instrospeksi dan restropeksi

    Komentar oleh hmcahyo | Januari 17, 2008 | Balas

  9. setuju klo lebih mudah menyalahkan orang lain, padahal di saat tangan kita MENUNJUK bahwa orang itu adalah salah, sebenarnya 1 jari (telunjuk) menunjukkan bahwa orang itu salah, namun 3 jari kita yg lain (tengah,manis,kelingking) menunjukkan ke arah diri kita sendiri yg berarti sebenernya kita harus lebih berintrospeksi apakah diri kita sudah benar dan tidak memiliki kesalahan seperti orang yang kita tunjuk tersebut

    Komentar oleh Ozzzzzzzzz | Januari 17, 2008 | Balas

  10. yaa mirip sekarang, kedelai dan minyak tanah langka, masyarakat pusing tapi pejabat pejabat yang di atas malah cuma saling menyalahkan…..belom ada yang menyatakan pengunduran dirinya sebagai konsekuensi moral tuh.

    Komentar oleh sita | Januari 17, 2008 | Balas

  11. emang kita harus ngeliat diri kita dulu sebelum menyalahkan orang lain..

    http://panieirene.wordpress.com

    Komentar oleh panieirene | Januari 17, 2008 | Balas

  12. Mudahnya Menyalahkan Orang Lain
    Semoga dapat selalu kita ingat untuk selalunya kita hindari, Amin.

    Komentar oleh rumahkayubekas | Januari 17, 2008 | Balas

  13. diem aja ah…

    Komentar oleh quanta | Januari 18, 2008 | Balas

  14. Lha….? Salahnya Cak Alif sih…! Makanya…:mrgreen:

    Bener Cak, kok kita cenderung lebih mudah menemukan kesalahan orang lain daripada kesalahan diri sendiri ya?

    Makasih pisan sudah menggugah ruhani saya yang juga masih suka mempersalahkan orang lain…

    Komentar oleh Ram-Ram Muhammad | Januari 18, 2008 | Balas

  15. Sebelum tangan menunjuk ke orang lain, tunjuklah ke diri sendiri lebih dulu.

    Dalam pergaulanku, saya lebih banyak menemui orang yang berpikir positif daripada yang suka menyalahkan…jadi saya percaya, bahwa di negeri kita masih banyak orang baik. Masalahnya cerita orang baik ini, kurang layak untuk jadi berita, jadi yang diekspos yang serba heboh…akhirnya kita mengira banyak orang yang lebih mudah menyalahkan orang lain.

    Komentar oleh edratna | Januari 19, 2008 | Balas

  16. padahal ketika kita menunjuk orang lain bersalah atas sebuah keadaan atau kejadian, sebenarnya ada 3 jari yang menunjuk ke kita, so…. tabayun dulu kali yeh.

    Komentar oleh Resi Bismo | Januari 19, 2008 | Balas

  17. wah gambarnya keren…

    Komentar oleh Sir Arthur Moerz | Januari 20, 2008 | Balas

  18. emang deh, kelakuan kaya gitu emang banyak…
    dan itu terjadi di tempat saya kerja…
    maklum manajemen panjat pinang

    Komentar oleh adhi | Januari 21, 2008 | Balas

  19. semut lema kuintal sama satu gajah berat naba ya?😀

    Komentar oleh mr.tajib | Januari 22, 2008 | Balas

  20. ya karena kita sudah terbiasa melihat apa yang diluar dari apda apa yang didalam diri sendiri.

    Komentar oleh baliazura | Januari 29, 2008 | Balas

  21. mendingan diem saja
    gak menyalahkan siapa2

    Komentar oleh nyari duit di internet | Januari 31, 2008 | Balas

  22. tidak mudah menjadi orang yang bijaksana, tapi kita harus berusaha untuk bisa menjadi orang yang bijaksana dalam memandang suatu masalah…dan orang bijaksana biasanya tahu cara menghargai orang lain….yok kita belajar menjadi orang yang bijaksana….

    Komentar oleh eva | Februari 1, 2008 | Balas

  23. baru dapet pngalaman ga enak nih kayaknya. hehe. but…. that’s definitely TRUE.
    mm.. ok, let’s treat other just the way we want to be treated.

    Komentar oleh Yani | Februari 1, 2008 | Balas

  24. Ho oh cak…. *smbil angguk2 kepala:D

    Komentar oleh amaliasolicha | Februari 9, 2008 | Balas

  25. ingin dipuji, karena membutuhkan pandangan kekaguman

    Komentar oleh irfan Tanto | Maret 15, 2008 | Balas

  26. tidak ada yg perlu disalahkan…

    Komentar oleh ncomputing - penganti pc | Maret 17, 2008 | Balas

  27. waduh kesepet:mrgreen:
    Yang paling sulit itu justru melindungi kesalahan orang lain

    Komentar oleh secondprince | Maret 28, 2008 | Balas

  28. fokus pada penyelesaian masalah.walaupun menyalahkan itu kadang perlu,tp saat2 tertentu saja

    Komentar oleh dealer pulsa | Januari 17, 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: