Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

“Tukang Tidur” Pilihan Rakyat

Tidak hanya mahasiswa, pejabat dan wakil rakyat pun bisa menjadi “tukang tidur” tersohor. Emangnya semalam ngapain CAK kok sampai tidur waktu SBY berpidato? Bukan dugem kan?😀

Kalo mahasiswa tidur di kelas, mungkin karena semalam habis liat liga champion belajar sepenuh tenaga. Toh tidur di kelas merupakan hak mahasiswa juga kan, lha wong bayar SPP kok🙂 Tapi kalo pejabat yang tidur saat SBY pidato dan juga wakil rakyat yang tidur saat sidang paripurna, apakah itu hak sampean CAK? Sampean dibayar oleh “Orang Bijak Taat Pajak” lho ya…

Mungkin aja sih semalam mereka melakukan sholat malam (qiyamul lail) untuk ndoakan kemakmuran rakyatnya… (mungkin gak ya?) sehingga siangnya jadi terkantuk-kantuk. Atau mungkin juga sibuk melakukan ‘ritual’ lainnya. Banyak alasan memang untuk jadi ‘tukang tidur’, namun apakah alasan² itu etis dipakai untuk membenarkan tidurnya sampean CAK?

Mungkin juga pidatonya SBY yang bagai “dongeng sebelum tidur”. Jadi pejabat yang sudah malas itu semakin termudahkan untuk tidur. Atau karena suasana pidatonya membosankan? (mungkin juga sih) Kalo itu yang terjadi, ya dibuat atraktif donk pidatonya pak SBY… Kan banyak tuh metode² untuk membuat presentasi menjadi menarik.

Diantaranya ialah:

  • Bisa pakai tali terus diikatkan ke audience sehingga mudah ditarik tampilan gambar atau animasi yang menarik di layar (jangan cuman baca teks aja).
  • Gak usah berdiri di mimbar, pak SBY jalan-jalan diantara audience, setting tempat duduk audience pun jangan dibuat tersusun ke belakang, tapi dibuat melingkar.
  • Sebelum mulai pidato, kasih ‘ice breaking’ dulu sama bagikan hardcopy materi pidatonya
  • Kalo pejabat udah terlihat ‘bosan’, buat permainan atau tebakan untuk melenturkan boyok pejabat yang udah capek duduk..
  • dan lain-lain (staf presiden lebih tahu lha ketimbang saya)😀

Atau kalo pak SBY tetap suka berpidato, ya paling gak beri kesempatan para pejabat untuk bisa bertanya, mendiskusikan masalahnya, menyampaikan pendapat, dll sehingga audience gak akan ‘bosan’ dan ngantuk. Itu kan hanya masalah merubah protokoler yang ada, gak susah. Dan itu jauh lebih baik ketimbang marah-marah ke pejabat “tukang tidur”, namun di kemudian hari akan terulang kembali…

Untuk kasus wakil rakyat yang tertidur saat sidang, saya yakin itu bukan karena bosan. Karena di DPR kan bisa interupsi bertanya sepuasnya. Sampai gebrak-gebrak meja, naik kursi, dan baku hantam disahkan di DPR. Jadi kalo wakil rakyat jadi “tukang tidur” itu mah dikarenakan emang dia BODOH, gak bisa ngapa-ngapain, bisanya ya cuman TIDUR😀

Yahhh… Itulah mereka pejabat yang dipilih lewat pilkadal dan wakil rakyat yang dipilih lewat pemilu yang demokratis. Merekalah ‘tukang tidur’ pilihan rakyat…

Referensi:

April 10, 2008 - Posted by | ke-hidup-an, ke-indonesia-an, ke-opini-an | , , , ,

7 Komentar »

  1. Keren postingnya cak…
    unik, unik,,

    Sepertinya emang pola pidato yg kaku perlu dihilangkan biar ndak pada ngantuk.

    Boleh jg ditambahi lawakan…. (jadi SBY belajar dari Tukul gitu,hehe)

    Komentar oleh Zulfi | April 10, 2008 | Balas

  2. potong gajiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh deteksi | April 10, 2008 | Balas

  3. jadi ingat WW di perspektif tadi pagi. WW menyentil SBY dengan kata, “kasihan deh, bukan saya bilang bahwa perspektif wimar lebih menarik daripada pidatonya lho” sambil tertawa khas WW

    Komentar oleh galih | April 11, 2008 | Balas

  4. uuum mungkin fasilitas di gedung DPRnya terlalu nyaman untuk membuat para anggota DPR itu ketiduran…saya tambahkan metodenya cak Alief [1] Ac diganti saja dengan kipas angin [2] bangkunya di ganti dengan bangku pelastik yang biasa di pakai di walimahan [3]waktu pidato intonasi suara pak SBY jangan datar, mungkin perlu pluktuatif..sehingga waktu di nada tinggi ” para tukang tidur” itu terkejut dan susah untuk tidur kembali

    hehehhe..mungkin itu saran ya cak Alief tolong disampaikan😀, salam kenal dari tetangasebelah yang baru pindah…mampir-mampir

    Komentar oleh desmeli | April 12, 2008 | Balas

  5. Ya, mereka itu benar – benar keterlaluan. Semoga saja diberi kesadaran

    Komentar oleh Tri | April 12, 2008 | Balas

  6. Hmm… karena formalitas makanya gak mungkin memakai berbagai metode presentasi pak😀

    Boleh juga benernya memakai metode-metode yang ada. Soalnya formalitas seringkali membosankan… diubah dikit gpp kan ?

    Masalah yang tidur itu. Ah.. biarin. Yang pasti doakan saja dia jadi wakil rakyat lagi di 2009. Untuk membuktikan dia sudah gak tidur lagi kalo ada pidato…

    Komentar oleh Gyl | April 17, 2008 | Balas

  7. di turunkan aja, karena hanya membuat keuangan negara habis

    Komentar oleh riski | April 29, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: