Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Rakyat Pakistan Menggali Kubur

Tak henti-hentinya Pakistan dilanda bom bunuh diri. Baru beberapa saat lalu bom bunuh diri menewaskan puluhan penduduk sipil terjadi. Kemaren kembali terjadi voli berdarah, bom mobil yang diledakkan saat pertandingan voli di sebuah desa, yang menewaskan 88 korban. Bom bunuh diri yang menjadikan markas polisi dan rakyat sipil sebagai sasaran, merupakan serentetan ”balas dendam” kaum militan Taliban di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Kaum militan selama sekian tahun belakangan ini tumbuh subur di daerah pegunungan perbatasan Pakistan-Afghanistan. Semenjak Taliban ditaklukkan oleh Aliansi Utara yang didukung oleh tentara US, pegunungan itu menjadi tempat favorit untuk persembunyian. Bahkan Osama bin Laden, gembong teroris nomer wahid, diisukan bersembunyi di daerah tersebut.

Itulah yang membuat tentara US sering melancarkan operasi militer mereka, dengan harapan bisa menangkap Osama bin Laden. Namun, operasi yang telah berlangsung puluhan kali dan menewaskan ratusan korban sipil itu tidak kunjung mendapatkan buruannya. Di bawah komando Obama, US bertekad untuk semakin meningkatkan perburuan. Untuk itu, Pakistan pun ”diminta” lebih intensif melakukan operasi.

Pakistan merupakan mitra lama US ketika menaklukkan Taliban di tahun 2002 lalu. Namun sejak US melancarkan agresi ke Irak untuk mencongkel Sadam husein, ditambah gonjang-ganjing politik Pakistan yang berlarut-larut membuat hubungan US-Pakistan dalam 5 tahun terakhir praktis merenggang.

Kini, di bawah pemerintahan PM baru, Pakistan menjadi mitra koalisi penting US untuk menaklukkan Taliban. Baru-baru ini telah disepakati ”bantuan” militer jutaan US dollar yang diberikan oleh US untuk Pakistan. Tampaknya itu menyenangkan bagi Pakistan, setidaknya buat para elit politik dan militernya. Tapi bagi rakyat Pakistan, jelas itu merupakan awal dari penderitaan.

Ingat, pasukan Taliban ini begitu mahir berperang di daerah pegunungan yang tandus itu. Ditambah dengan doktrinasi bahwa bunuh diri adalah mati sahid, serangan2 dari Taliban tidak akan pernah berhenti. Uni Soviet pernah merasakan begitu susahnya melawan mereka. Kini Amerika Serikat yang mencobanya. Meskipun dibantu oleh Pakistan, saya tidak yakin pecundang di perang Vietnam ini bisa mendapatkan kemenangan.

Kembali lagi ke rakyat Pakistan. Mereka yang tidak ngerti apa-apa tentang perseteruan US-Taliban dipastikan jadi korban. Keinginan sederhana untuk bisa hidup tenang terasa begitu mahal. Karena nyawa yang jadi taruhannya. Ketika mereka bersimpati kepada Taliban, maka akan dimusuhi oleh pemerintah Pakistan. Sebaliknya, saat mereka menolak Taliban, maka bom bunuh diri yang didapatkan, persis seperti kejadian voli berdarah kemaren.

Sementara pemerintah Pakistan pasti gak ambil pusing dengan rakyatnya. Mereka sebagaimana rakyat di banyak negara konflik tidaklah termasuk sebagai pihak yang diperhatikan oleh pemerintah Pakistan. Pemerintah lebih mengutamakan keinginan “sekutu” nya. Apalagi keinginan itu diselipi dengan bantuan keuangan yang besar. Ibarat mendapat durian runtuh bagi elit Pakistan , durian yang tidak akan mereka dapatkan hanya dengan berkuasa seperti biasa.

Padahal di balik itu semua, harga yang dibayar sangat mahal. Tidak ada yang menjamin kapan perlawanan Taliban berhasil ditumpas. Sementara rasa permusuhan dari Taliban ke rakyat Pakistan yang tidak pro mereka akan terus berkembang seiring bertambahnya waktu. Dan permusuhan itu hanya mendatangkan derita bagi mereka yang terpinggirkan, bagi mereka yang tak punya kekuatan, rakyat sipil tak berdosa, dan anak-anak yang tak bisa riang gembira.

Dunia kembali memberikan bukti: Ketamakan dan hilangnya hati nurani hanya membawa penderitaan bagi yang lemah. Mereka yang tidak tahu harus kemana mengadukan nasibnya. Mereka yang hanya bisa pasrah dengan menangis haru di gelap malam, memohon ada keajaiban yang bisa merubah jalan hidupnya.

Januari 2, 2010 - Posted by | ke-internasional-an, ke-opini-an

2 Komentar »

  1. Tak ada di semua negri -negri muslim ni yang aman dari keributan,karena ini semua di program oleh wong-wong edan lan konco-konco ne.Sopo kui wong edan iku?

    Kalalu lah rang muslim rajin baca Qura’n,mstine wis ketok an di QS;Al-Baqarah sko ayat awal-awal,sopo mneh to ndo nek dudu de e (wong edan iku.

    Gusti Allah SWT wis wanti-wanti karo kita(Muslim),awas jo kepincut karo omongan lan dodolan ne wong edan kuwi,mung melase akeh sedulur ku iki sing baca qur’an ora karo artine alis terjemahan ne,padahal saiki wis gampang toh ndo ngarti ake qur’an (via terjemahan) wis cukup kanggo ngerti ake peringatan sing di wanti-wanti Allah SWT iku yen:

    “ojo nganti ketipu karo wong edan iku,ati-ati cangkeme manis namun ngandung racun” koyo ngono lah bahasane kira-kiraistilah aku iku.

    Nek sampean telek ake kelakuan wong Edan iku,pasti bakal ketemu persamaan ne di Al-Qura’n,ciri-cirine;

    -seneng ngadu domba,mecah belah kaum muslimin,supaya kaum muslimin pada bentrok.Percis koyo saiki kuwi,yo toh?
    dimana-mana pada padu karo sedulure,kantenan lah wong edan seneng toh ndo! ndeleng sampean podo bentrok.

    Disamping iku,wong edan kuwi,nek ngantem ora kepalang sopo wae di antem,opo mneh utamane karo Muslimin,wong de’e sngit kantenan,jadi neng ndi wae pasti di bantai.Namung carane yo kuwi…melalui adu domba supaya kaum muslim lemah,nek wis lemah yo tinggal di bantai,percis koyo saiki.

    Mudah-mudahan sadar yo,ojo kelalian terus wae arep kerja sama karo wong edan,rugiiiii mbangetiiii dulur!ora bakal untung malah buntung,di akhirat bakal di siji aken karo kelompok wong Edan kuwi,areeep toh?,hiiiy naudzubillah!!!

    Komentar oleh Iroh saleemah (Irsal) | Juni 11, 2010 | Balas

  2. I’m more than happy to discover this website.
    I need to to thank you for your time for this fantastic read!!
    I definitely savored every part of it and I have you bookmarked to check out
    new stuff in your website.

    Komentar oleh for more information | September 9, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: