Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Gagasan, Tim, dan Jejaring

“Yang kita butuhkan bukan masalah kemudaan, tetapi kebaruan, gagasan baru. Masalah kebaruan itu adalah bagaimana masa depan itu. Yang dibutuhkan adalah gagasan baru, yang ketika dimunculkan, kita semua akan mengatakan. Nah, ini dia yang kita cari”. Demikian yang disampaikan Anies Baswedan dalam sebuah acara diskusi. Lalu selanjutnya apa? Cukupkah gagasan baru itu sekedar dimunculkan saja?

Mungkin kita pernah mendengar gagasan brilian dari seorang teman, atau bahkan dari diri kita sendiri. Ketika mendengarnya kita yakin bahwa gagasan itu begitu bermanfaat bahkan mungkin dapat mengubah wajah dunia. Namun seiring berjalannya waktu, gagasan itu hilang ditelan masa. Seperti ban sepeda pancal yang tau-taunya gembos karena lama tak dipakai.

Gagasan baru pun kadang tersampaikan dengan berapi-api dalam sebuah diskusi online ataupun seminar. Yang membikin pesertanya manggut-manggut tanda setuju. Tapi sayangnya setelah seminar usai dan saat anggota diskusi sudah mulai berkemas, gagasan yang berapi-api itu tinggal asapnya saja, tak terlihat lagi merah apinya dan panas baranya.

Supaya gagasan baru dan brilian itu dapat terus tumbuh dan menghasilkan buah yang nikmat, dibutuhkan tim untuk merawatnya. Di dalam tim, gagasan-gagasan baru saling diadu, diramu, dan diracik dengan penuh semangat. Hingga akhirnya menjadi sebuah program yang matang dan siap dieksekusi. Di dalam tim yang baik ada komunikasi dan transparansi yang terbangun lewat sistem yang mengedepankan sikap saling mensupport, saling menghormati, tidak mendominasi, dan fokus ke tujuan.

Tugas utama tim adalah mentransformasi gagasan yang sifatnya imajiner dan abstrak menjadi sebuah program yang sifatnya real dan konkret. Tim terdiri dari orang-orang dengan dedikasi tinggi dan siap bekerja dengan cinta dan ikhlas. Anggota tim adalah orang-orang yang mau merubah dirinya dari sang pemimpi menjadi sang pencerah, dari pengamat menjadi pemain, dan dari kritikus menjadi kreator.

Setelah program tersusun dengan jadwal dan target yang jelas, pelaksanaannya ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berjalan sendiri sebagai sebuah tim ternyata belum cukup untuk bisa mewujudkan program. Sebuah tim butuh jaringan dengan tim lain dan pihak lain yang dapat membantu mengurai dan menyelesaikan hambatan di perjalanan. Bantuan itu bisa berupa kemudahan akses, sharing pengalaman, inspirasi, ataupun pendanaan.

Sebuah tim perlu meluaskan jangkauan dan memperdalam galian dalam rangka membangun jejaring yang luas dan berisi. Tim tidak boleh hanya fokus terhadap penguatan internal, namun juga perlu merangkai jejaring dengan pihak eksternal. Jejaring itu harus dirangkai dan dibangun dengan pondasi ketulusan untuk saling menguntungkan dan memudahkan satu sama lain. Jejaring tidak boleh hanya tampak indah di permukaan, namun dalamnya keropos. Jejaring hendaknya mengaitkan hati, bukan kemasan.

Gagasan baru di dalam Tim yang baik dengan Jejaring yang mengaitkan hati. Mari kita perhatikan bersama apa yang akan terjadi…

22 Pebruari 2011, Salam muanteb,

————————————————————————

CAKEP adalah tulisan saya di website dan milis PPI Taiwan. CAKEP merupakan kepanjangan dari Catatan Ketua PPI. Dalam beberapa hari ke depan, CAKEP akan saya muat ulang di Blog Cak Alief. Selain sebagai arsip, juga untuk merefresh apa yang saya tulis dalam satu tahun terakhir.

Oktober 24, 2011 - Posted by | ke-opini-an, ke-taiwan-an | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: