Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Pemimpin yang Menjadi Diri Sendiri

Dalam banyak teori dan buku kepemimpinan, dikatakan seorang pemimpin itu harus bersikap melayani dan punya visi jauh ke depan. Dua hal itu, melayani dan bervisi, seringkali dijadikan nasehat oleh siapapun ke pemimpin. Dan tidak jarang menjadi tolak ukur keberhasilan seorang pemimpin. Kalo dia mau melayani sepenuh hati dan setiap saat, maka dibilang pemimpin yang berhasil. Kalo dia bervisi penuh terobosan untuk organisasi, maka kepemimpinannya dijamin sukses.

Melayani dan bervisi mudah diucapkan tapi seratus persen susah dilakukan. Kalo gak percaya, cobalah jadi pemimpin. Kalo setelah jadi pemimpin kamu masih ingin menjadi pemimpin di tempat lain, maka bisa dipastikan selama memimpin kamu tidak bisa melayani dan bervisi prima. Orang yang benar-benar melayani dan bervisi pasti merasa gagal ketika menjadi pemimpin. Karena melayani dan bervisi itu pekerjaan sepanjang hayat, tidak bisa selesai dalam satu tahun atau satu periode kepengurusan organisasi.

Melayani dan bervisi itu diawali dari diri sendiri. Kalo sejak awal sudah gagal melayani diri sendiri dan bervisi untuk diri sendiri. Maka tidak heran jika seorang itu pingin terus menjadi pemimpin di banyak tempat. Karena itu sebagai bentuk pelarian jati diri. Dia gagal menemukan cara untuk melayani dan bervisi untuk dirinya, maka dia mencarinya di tempat lain.

moco terusane…

Iklan

Juni 24, 2012 Posted by | ke-opini-an | , , , | 6 Komentar

Pemimpin yang Apa Adanya

Menurut pengalaman dan pengamatanku, pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang apa adanya, bukan pemimpin yang ada apa-apanya. Kedua hal tersebut berbeda 180 derajat. Dan secara kasat mata akan mudah diamati oleh orang yang dipimpin.

Pemimpin yang apa adanya memiliki karakter utama jujur. Jujur pada diri sendiri, jujur dalam perkataan dan perbuatan. Ada seorang teman yang malang melintang memimpin bermacam organisasi, tapi terhadap dirinya sendiri dia tidak jujur. Dia tidak pernah mau mengakui bahwa kegagalannya dalam suatu hal itu dikarenakan memang sebagai manusia kita tidak sempurna. Dia selalu menyalahkan orang lain, selalu mencari kambing hitam.

moco terusane…

Juni 24, 2012 Posted by | ke-opini-an | , , , | 2 Komentar