Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Upacara di ITS

Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Bukan karena pas tanggal 17 Agustus tapi karena hari ini untuk pertama kalinya saya mengikuti upacara bendera dalam 6 tahun terakhir. Namun ternyata tidak ada yang berubah, masih ada pembacaan pancasila, UUD dan juga pengibaran bendera. Tingkah laku peserta nya pun juga sama, berseragam dan “cengingisan” di belakang. Padahal itu karyawan dan dosen lho…..

Kalo menurut saya, kesamaan ini karena upacaranya menjemukan. Masak sih gak terlintas buat upacara yang gimana gitu…. Supaya pesertane bisa mengikuti dengan tertib. Apa kalo ngubah prosesi upacara dianggap tidak pancasilais???? Sementara kalo upacaranya seperti itu terus, apa juga bisa menimbulkan orang-orang yang pancasilais???? Atau mungkin pancasilanya yang salah? Wah kalo bahas ini, ntar malah dibilang ekstrimis……..

Yang membuat saya berkesan ketika upacara ini adalah karena saya pake seragam PDH baru. Sek kinclong🙂 Baru dipake pertama kali dan mungkin akan dipake lagi baru tahun depan….. Tapi orang rumah bilang, seragam ini kayak iklane teh botol sosro…. Itu lho seorang guru yang ngajar rantai makanan, trus ditanya sama muridnya, habis makan minumnya apa Pak???

Agustus 17, 2006 - Posted by | ke-ITS-an

4 Komentar »

  1. selamat datang kembali di Republik Indonesia.
    M E R D E K A !!! amin.
    by the way aku lebih tertarik acara pasca upacara di kampus mesin sendiri. gimana rasanya disuruh nyanyi mars mesin lagi dan joget di depan dosen / karyawan mesin ?

    Komentar oleh DD | Agustus 17, 2006 | Balas

  2. pancen sjak awal pancasila kita ada yang nggak beres lif. lihat aja sekilas sila I kalo gusti Allah iku esa dilambang kan dengan bintang, Tuhan kan maha Kuasa lan Agung, lah kok karo anak2 indonesia dinyanyikan …Bintang kecil dilangit….dst.
    iku aaja sebagai gambaran kecil comment dari saaya lif.
    sedikit nyadur dari ungkapan patanormal ki Taufik.

    Komentar oleh adi yusuf | Agustus 18, 2006 | Balas

  3. for DD: Aku sakjane yo arep nyeritakan itu, liat aja di blog selanjute. Thx.

    Komentar oleh alief | Agustus 18, 2006 | Balas

  4. for adi yusuf: Sama juga kayak keadilan sosial yang cuma dilambangkan dengan padi dan kapas, emang adil hanya sebatas beras dan kapas???? Tapi mungkin itu cuma lambang lha…… Semoga….

    Komentar oleh alief | Agustus 18, 2006 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: