Blog cak alief

Tak pernah berhenti berjuang…

Download Jurnal Lewat HP

Sebagai seorang dosen junior, adalah “kewajiban” bagi saya untuk studi lanjut ke pascasarjana. Karena dengan studi lanjut, keilmuan saya akan semakin banyak dan analisa akan lebih terasa. Apalagi di undang-undang guru dan dosen disyaratkan bahwa dosen harus minimal lulusan S2. Untuk studi lanjut ada 2 pilihan yang bisa diambil, di dalam negeri atau di luar negeri. Katanya kalau kuliah di dalam negeri itu hanya untuk dosen-dosen “luar negeri” (swasta maksud saya), sedangkan kalau dari PTN diusahakan semaksimal mungkin belajar di luar negeri.

Mencari sekolah ke luar negeri bukanlah pekerjaan yang gampang, karena meskipun jumlah beasiswa yang ditawarkan cukup banyak, jumlah pendaftarnya pun juga luebih banyak. Apalagi semua itu harus dilakukan “mandiri”, sangat jarang ada PTN yang punya kerjasama dengan PT luar negeri untuk menyekolahkan staf-stafnya. Dan itulah yang saya alami saat ini. Sebagai catatan, gak perlu ngomong pemerintah lagi deh, sudah sejak lama pemerintah sudah tidak lagi punya program menyekolahkan lulusan sarjana ke luar negeri. Lha wong kasih subsidi aja gak bisa, apalagi nyekolahkan.

Tapi saya tidak akan banyak membahas tentang sekolah ke luar negeri, karena ketika saya liat judul blog ini kan, “Download jurnal lewat HP”, bukan “curhat cari sekolah ke luar negeri”🙂

Kembali ke judul, trus apa hubungannya antara download jurnal dengan sekolah dan dosen??? Begini landasan berpikirnya, seorang dosen baik yang masih junior ataupun senior adalah pengajar sekaligus peneliti di bidang keilmuannya. Supaya bahan ajarnya ke mahasiswa ikut perkembangan jaman, maka mau tidak mau dosen harus mengupdate keilmuannya, yaitu lewat penelitian. Nah, untuk itu langkah yang harus dilalui seorang dosen adalah studi pustaka tentang penelitian-penelitian yang telah ada.

Studi pustaka itu bisa lewat macam-macam cara, dan yang terbaik adalah lewat penelusuran jurnal-jurnal ilmiah. Tapi langkah semacam ini sangat-sangat jarang ditemui di PTN utamanya di PTN saya. Ada banyak alasan untuk itu, yang paling sering dikemukakan adalah rendahnya gaji dosen. Boro-boro langganan jurnal, buat makan sebulan aja susah kok. Alasan yang lain karena memang rendahnya atmosfer akademik di PTN, sehingga penelitian yang biasa-biasa aja sudah bisa menjadikan dosen naik pangkat bahkan jadi professor, jadi buat apa menelusuri jurnal segala. Sebuah pemikiran yang egois, dan patut dibuang jauh-jauh dari bumi Indonesia🙂

Kedua hal itu adalah alasan internal dari PT, kalo alasan eksternalnya ya karena harga jurnal itu juga mahal. Untuk sebuah artikel / makalah di jurnal elsevier atau pergamon misalnya, dosen harus mengeluarkan minimal $10. Padahal jurnal itu belum tentu sesuai dengan yang dicari karena yang ditunjukkan hanya abstraknya dulu. Belum lagi untuk mendapatkannya harus dengan credit card dan download lewat internet atau nunggu diposkan. Bayangkan mahal dan susahnya, padahal kita sekarang sudah berada di jaman teknologi yang mana komunikasi sudah tak kenal batas ruang dan waktu lagi.

Berangkat dari pemikiran bahwa sebuah jurnal itu penting bagi kualitas penelitian seorang dosen, namun untuk mendapatkannya kok susah maka saya punya ide ting. Gimana kalo dosen dipermudah mendapatkan jurnal dengan download lewat HP, sekarang kan ada teknologi 3G. Dengan teknologi itu, katanya bisa transfer data dengan jauh lebih cepat dan bukan hanya teks saja, tapi juga bisa video. Jadi bayangan saya, dosen tinggal masukkan nomer HP nya ke website elsevier misalnya dan memilih jurnal-jurnal yang akan didownload, maka dalam hitungan detik akan ada MMS yang masuk ke HP nya berisi file-file jurnal yang didownload tersebut. Mudah dan gak ribet kan??? Untuk membacanya dosen bisa langsung baca lewat HP nya atau mentransfer dulu ke komputer lewat card reader.

Kendalanya mungkin ada di tarif pulsa dan jenis HP yang dipakai. Kita tahu sama tahu lha, jenis HP apa yang biasa dipakai umumnya dosen. Jangankan yang ada 3G nya, wong layar berwarna aja banyak yang belum punya kok. Mungkin hanya para dosen “pejabat” saja yang sudah punya HP tipe-tipe communicator dan teknologi 3G. Tapi itu bukan masalah, karena dengan satu HP saja bisa juga kan dipakai bareng-bareng, jadi downloadnya kolektif gitu. Cuma terus gimana dengan tarif pulsanya?

Bayangan saya, tarif pulsanya bisa lebih murah berkali-kali lipat daripada harga per jurnal sekarang. Alasannya, lewat HP maka download bukan lagi barang “mewah” sehingga bisa lebih memasyarakat. Kalo sudah begitu, harganya jadi turun drastis. Memang sih saya belum pernah lakukan itung-itungan ekonomisnya. Tapi membayangkan saja tidak dilarang tho????🙂

Selain bagi dosen, download jurnal juga bisa dilakukan oleh mahasiswa, utamanya mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa S1 yang sedang ngerjakan Tugas Akhir. Sebagai seorang mahasiswa yang berjiwa muda, maka salah satu sifat mereka adalah perfeksionis. Inginnya Tugas Akhir atau risetnya dikerjakan sebagus mungkin, supaya bisa mendatangkan manfaat bagi keilmuan ataupun juga bagi masyarakat luas. Untuk mendapatkan hal yang perfect itu, perlu penelusuran jurnal yang terbaru. Dan download lewat HP, bisa menjadi alternatif bahkan hobi baru yang menggiurkan.

Kalo bicara kegunaan untuk mahasiswa, mungkin tidak hanya terbatas download jurnal saja, bahkan mungkin juga bisa untuk download e-learning. Sekarang kan musimnya e-learning dan sejenisnya itu. Dengan e-learning mahasiswa bisa belajar mandiri dan bahkan lebih gampang memahami materi. Karena sifat e-learning yang memakai multimedia dalam menerangkan sebuah materi. Wah kayaknya benar-benar akan asyik itu, mahasiswa Indonesia bisa download e-learning dari PT di USA atau Eropa dengan gampang dan harga yang tidak lebih dari pulsa HP.

Sungguh teknologi 3G bisa mempermudah dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan keilmuannya. Semoga……

September 29, 2006 - Posted by | Tak Berkategori |

5 Komentar »

  1. Sama aja Pak Dosen
    Untuk mendownload jurnal lewat internet juga harus bayar
    Ada tulisan add to cart tuh
    kalau hanya liat abstraknya gratis😛

    Komentar oleh Nur Aini Rakhmawati | Februari 10, 2007 | Balas

  2. satu lagi …
    pakai hp 3G di Indonesia ?
    sbg negeri miskin benwit, saya tidak yakin bs download e-learning dari LN
    apalagi yang multimedia,berat Cak

    e-learning yang memakai multimedia dalam menerangkan sebuah materi.
    tidak semua e-learning memakai multimedia
    kita harus bs membedakankan antara e-learning dan e-material

    Terima kasih Ning Iin atas masukan dan koreksiannya

    Komentar oleh Nur Aini Rakhmawati | Februari 10, 2007 | Balas

  3. saya hanya berkomentar bahwa saya ingin melihat apa model hp terbaik yang ada di indonesia sekarang?

    alief: model apa ya??? mungkin rekan-rekan blogger ada yang bisa mbantu?

    Komentar oleh Maria Sarmento | Maret 1, 2007 | Balas

  4. mhhh… kok isi blognya kayak bukan dosen yang nulisnya ???

    alief: kenalkan saya adalah dosen jadi-jadian😀

    Komentar oleh miftah | Maret 3, 2007 | Balas

  5. iya cak..di kesehatan/kedokteran luar sana banyak juga versi PDA, tp mbayar..walaupun banyak juga versi open access, open medicine, dll😀

    Komentar oleh Dani Iswara | Mei 25, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: